Beritagosip.com Di tengah tekanan pekerjaan, notifikasi tanpa henti, dan kebiasaan scrolling sebelum tidur, waktu istirahat sering dikorbankan. Banyak orang menunda tidur demi aktivitas lain.
Padahal, berbagai riset menunjukkan bahwa orang dewasa memerlukan tidur 7–9 jam setiap malam. Rentang ini dibutuhkan untuk menjaga kesehatan fisik dan mental secara menyeluruh.
Rekomendasi durasi tidur ideal tersebut merujuk pada panduan dari National Sleep Foundation. Lembaga ini menyebutkan bahwa usia 18–64 tahun dianjurkan tidur 7–9 jam per malam.
Jika durasi ini tidak terpenuhi secara konsisten, berbagai fungsi tubuh dapat terganggu. Lalu, mengapa tidur 7–9 jam dianggap penting? Berikut penjelasannya yang dirangkum dari Healthline.
- Menjaga Fungsi Otak dan Konsentrasi
Tidur bukan hanya waktu tubuh berhenti beraktivitas. Saat tidur, otak tetap bekerja menjalankan proses penting. Proses tersebut meliputi penguatan memori dan pengolahan informasi.
Tidur juga membantu membersihkan limbah metabolik yang menumpuk sepanjang hari. Kurang tidur terbukti menurunkan fokus dan kecepatan berpikir.
Dalam jangka pendek, dampaknya terasa sebagai sulit konsentrasi atau mudah lupa. Jika berlangsung lama, risiko gangguan kognitif dapat meningkat.
Karena itu, manfaat tidur cukup sering dikaitkan dengan produktivitas dan kemampuan belajar yang lebih baik.
- Mengatur Hormon dan Berat Badan
Durasi tidur ideal memengaruhi keseimbangan hormon tubuh. Hormon tersebut termasuk pengatur rasa lapar dan kenyang.
Kurang tidur meningkatkan hormon ghrelin dan menurunkan leptin. Kondisi ini membuat tubuh lebih mudah merasa lapar.
Akibatnya, konsumsi makanan tinggi kalori menjadi lebih sering. Sejumlah studi menunjukkan kaitan antara kurang tidur dan risiko obesitas.
Dengan tidur 7–9 jam, keseimbangan hormon dapat terjaga. Nafsu makan pun lebih terkendali.
- Menurunkan Risiko Penyakit Jantung
Tidur berperan penting bagi kesehatan jantung. Saat tidur, tekanan darah dan detak jantung cenderung menurun.
Kondisi ini memberi waktu bagi sistem kardiovaskular untuk beristirahat. Kurang tidur kronis dikaitkan dengan hipertensi dan penyakit jantung.
Risiko stroke juga meningkat jika tubuh kekurangan waktu pemulihan. Dengan memenuhi kebutuhan tidur, risiko tersebut dapat ditekan.
- Mendukung Kesehatan Mental dan Emosi
Kurang tidur sering memicu emosi yang tidak stabil. Bagian otak pengatur emosi menjadi lebih sensitif.
Orang yang kurang tidur lebih rentan mengalami stres dan kecemasan. Gejala depresi juga lebih mudah muncul.
Sebaliknya, tidur cukup membantu menjaga suasana hati tetap stabil. Kemampuan berinteraksi sosial pun dapat membaik.
Dalam jangka panjang, pentingnya tidur 7–9 jam menjadi fondasi kesehatan mental.
- Memperkuat Sistem Imun
Saat tidur, tubuh memproduksi sitokin. Protein ini membantu melawan infeksi dan peradangan.
Kurang tidur mengganggu produksi zat tersebut. Akibatnya, daya tahan tubuh melemah.
Orang yang sering kurang tidur lebih mudah terserang flu. Dengan tidur 7–9 jam, sistem imun dapat bekerja optimal.
Bukan Hanya Durasi, tetapi Juga Kualitas
Meski tidur 7–9 jam menjadi acuan umum, kualitas tidur tetap penting. Tidur yang sering terbangun tetap berdampak buruk.
Pola tidur yang tidak teratur juga memengaruhi kesehatan tidur. Karena itu, rutinitas tidur perlu dijaga secara konsisten.
Mengurangi paparan gawai sebelum tidur dapat membantu. Lingkungan kamar yang nyaman juga mendukung durasi tidur ideal.