Beritagosip.com relawan Jokowi termul menjadi sorotan setelah Sekretaris Jenderal Projo, Freddy Alex Damanik, menyatakan bahwa julukan tersebut justru dianggap sebagai kebanggaan oleh para pendukung Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Istilah “termul” merupakan singkatan dari “ternak Mulyono”, yang awalnya muncul sebagai sindiran di media sosial. Mulyono sendiri adalah nama kecil Jokowi. Namun, istilah tersebut kini direspons berbeda oleh para relawan.
Dukungan berbasis ide dan visi
Freddy menegaskan bahwa kebanggaan tersebut bukan sekadar label. Ia menyebut dukungan terhadap Jokowi didasarkan pada kesamaan ide dan visi, bukan semata pada figur.
Menurutnya, seseorang dapat merasa bangga ketika mendukung gagasan yang dianggap tepat. Hal ini menjadi dasar utama sikap relawan dalam memberikan dukungan politik.
Bantahan soal serangan ke JK
Freddy juga membantah tudingan bahwa relawan Projo menyerang Jusuf Kalla. Ia menegaskan bahwa relawan yang telah lama terkonsolidasi tidak pernah melakukan serangan terhadap JK.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya perbincangan publik setelah JK menyinggung istilah “termul” dalam konteks politik.
Polemik ijazah Jokowi kembali mencuat
Freddy turut menanggapi polemik ijazah Jokowi yang kembali menjadi isu. Ia menyatakan bahwa persoalan tersebut sudah masuk ranah hukum dan tengah ditangani oleh pihak berwenang.
Di sisi lain, JK sebelumnya menyarankan agar Jokowi memperlihatkan ijazah aslinya untuk meredam konflik di masyarakat. Ia menilai langkah tersebut dapat mengakhiri perdebatan yang telah berlangsung lama.
Pandangan JK terhadap situasi
JK menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menuduh ijazah Jokowi palsu. Ia bahkan meyakini keaslian dokumen tersebut. Namun, sebagai figur senior, ia merasa perlu memberikan saran agar polemik tidak terus berlarut.
Selain itu, JK juga menyinggung perannya dalam perjalanan politik Jokowi, termasuk saat mendorongnya maju ke tingkat nasional dari Solo hingga menjadi gubernur di Jakarta.
Dinamika politik dan persepsi publik
Kasus ini menunjukkan bagaimana istilah yang awalnya bernada sindiran dapat berubah makna di tengah dinamika politik. Relawan Jokowi termul kini justru memaknainya sebagai simbol loyalitas terhadap ide dan arah kepemimpinan.
Perdebatan yang melibatkan tokoh-tokoh politik ini juga memperlihatkan bahwa persepsi publik dapat berkembang seiring dengan narasi yang dibangun oleh masing-masing pihak.