Beritagosip.com — Robig Zaenuddin, eks anggota kepolisian yang menjadi terpidana dalam kasus penembakan Gamma, dilaporkan positif narkoba. Temuan ini muncul sebelum dirinya dipindahkan ke Lapas Nusakambangan.
Selain hasil tes urine yang menunjukkan Robig positif narkoba, aparat juga menduga adanya keterlibatan dalam peredaran barang terlarang di dalam lapas. Kondisi tersebut terungkap saat inspeksi dilakukan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah bersama pihak intelijen lapas pada 19 Januari 2026.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas melihat kondisi Robig tidak stabil. Hal ini memicu kecurigaan hingga dilakukan pengecekan barang pribadi dan tes lanjutan. Hasilnya, Robig positif narkoba dan menjadi catatan serius bagi pihak lapas.
Hingga kini, status Robig masih didalami, apakah berperan sebagai pengguna atau bagian dari jaringan pengedar. Sumber narkoba yang diduga masuk ke dalam lapas juga masih dalam proses penyelidikan oleh kepolisian.
Sebelumnya, Robig resmi diberhentikan tidak dengan hormat dari Polri pada 18 Februari 2026. Keputusan tersebut diberikan karena dinilai tidak menjalankan tugas secara profesional, termasuk dalam kasus penembakan yang menewaskan Gamma.
Surat pemecatan telah disampaikan langsung kepada keluarga tanpa melalui upacara resmi. Kasus penembakan itu menjadi salah satu alasan utama evaluasi terhadap kinerja dan perilaku yang bersangkutan.
Di sisi lain, pihak Lapas Kelas I Semarang menyatakan bahwa pemindahan Robig merupakan bagian dari langkah penertiban. Total 40 warga binaan dipindahkan ke Nusakambangan, masing-masing ke Lapas Gladakan dan Lapas Nirbaya.
Pemindahan ini juga didasari laporan masyarakat yang mencurigai adanya pengendalian narkoba dari dalam lapas oleh salah satu narapidana, yang kemudian mengarah pada nama Robig Zaenuddin.
Kuasa hukum keluarga korban, Zainal Petir, mengaku sejak awal telah mencurigai adanya pengaruh zat terlarang dalam kasus penembakan tersebut. Ia menilai tindakan Robig saat kejadian terlihat tidak wajar.
Rekaman CCTV yang menunjukkan proses penembakan memperkuat dugaan tersebut. Dalam video, terlihat pelaku bertindak tidak stabil bahkan sempat terjatuh setelah melepaskan tembakan.
Pihak keluarga korban mendesak agar aparat mengusut tuntas asal narkoba yang diduga digunakan, termasuk kemungkinan keterlibatan jaringan yang lebih luas di dalam lapas.
Mereka juga meminta penyelidikan mendalam terkait apakah Robig berada di bawah pengaruh narkoba saat melakukan penembakan terhadap Gamma dan korban lainnya.
Kasus ini sebelumnya sempat disebut sebagai tindakan penegakan terhadap pelaku tawuran. Namun, hasil penyelidikan lanjutan membantah narasi tersebut setelah bukti rekaman dianalisis lebih detail.
Saat ini, penyidikan terus berjalan untuk mengungkap seluruh fakta, termasuk peran Robig dalam dugaan peredaran narkoba di dalam lapas.