Beritagosip.com – Ade Armando mundur dari PSI diumumkan langsung dalam konferensi pers di kantor DPP PSI, Selasa (5/5).
Ade menyampaikan keputusan tersebut secara terbuka di hadapan media. Ia meminta izin untuk mengundurkan diri dari Partai Solidaritas Indonesia.
“Saya mohon izin, melalui konferensi pers ini saya menyatakan mengundurkan diri dari PSI,” ujar Ade dalam keterangannya.
Ade menegaskan bahwa pengunduran diri tidak disebabkan konflik internal dengan partai. Keputusan itu diambil untuk melindungi PSI dari dampak kasus hukum yang sedang berjalan.
Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan penghasutan dan ujaran kebencian. Ade menilai persoalan ini telah menyeret partai terlalu jauh.
Ia menyebut adanya pihak tertentu yang mencoba memanfaatkan situasi untuk menyerang PSI. Menurutnya, hal itu tidak dapat diterima.
“Ada pihak yang sengaja mengorkestrasi ini untuk menyerang atau menghancurkan PSI. Saya tidak menerima itu,” kata Ade.
Ade juga menyatakan bahwa beberapa kolega di internal partai ikut terdampak. Ia menilai kondisi tersebut dapat menghambat pergerakan politik PSI ke depan.
Menurutnya, langkah paling rasional untuk menjaga partai adalah dengan mengundurkan diri. Ia ingin memastikan PSI tetap dapat bergerak tanpa hambatan.
Ia menyinggung potensi kesulitan yang bisa dihadapi partai menjelang agenda politik mendatang. Hal tersebut dinilai tidak adil jika terus dikaitkan dengan kasus pribadi.
Ade Armando dilaporkan bersama Permadi Arya ke Polda Metro Jaya. Laporan tersebut terkait dugaan penghasutan dan provokasi.
Kasus ini muncul setelah beredarnya potongan ceramah Jusuf Kalla di Masjid Universitas Gadjah Mada.
Laporan diajukan oleh Aliansi Profesi Advokat Maluku dan terdaftar dengan nomor LP/B/2767/IV/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.
Perwakilan pelapor menyatakan laporan dibuat atas dugaan tindak pidana melalui media sosial.
“Kami membuat laporan polisi terkait dugaan penghasutan dan provokasi yang dilakukan melalui media sosial,” ujar perwakilan pelapor.