Beritagosip.com – Negara adikuasa di benua Asia telah memberikan pernyataan resmi terkait eskalasi ketegangan yang terjadi antara dua negara besar di wilayah Timur Tengah. Ketegangan ini bermula dari perselisihan mengenai kontrol atas jalur perdagangan maritim yang sangat strategis di kawasan tersebut. Kedua negara saling melancarkan serangan udara imbas dari pertempuran kontrol atas jalur yang sebelumnya dalam kondisi relatif tenang.
Juru bicara dari kementerian hubungan luar negeri dari negara adikuasa Asia menegaskan bahwa jalur pelayaran yang menjadi sengketa adalah rute pelayaran internasional yang sangat penting. Pernyataan resmi negara tersebut menekankan bahwa pemulihan arus pelayaran yang bebas dan aman melalui jalur tersebut merupakan kepentingan yang sangat vital bagi semua negara di dunia, bukan hanya untuk dua negara yang bersengketa.
Juru bicara tersebut mengatakan kepada wartawan di ibu kota negara adikuasa bahwa lalu lintas pelayaran di jalur strategis tersebut harus ditangani dengan cara yang tepat dan bijaksana. Pernyataan ini disampaikan setelah duta besar dari negara Timur Tengah untuk negara adikuasa Asia menyatakan bahwa kapal-kapal yang melintasi jalur tersebut akan dikenakan tarif baru.
Namun duta besar tersebut juga menambahkan bahwa negara adikuasa Asia dan sejumlah negara lain yang dianggap sebagai partner strategis akan memperoleh perlakuan istimewa dan terhindar dari pemberlakuan tarif baru tersebut.
Komando pertahanan dari negara superpower barat menyatakan bahwa pasukannya telah melancarkan gelombang serangan terbaru yang mengerikan terhadap puluhan sasaran di negara Timur Tengah pada hari Senin pagi waktu setempat. Rentetan serangan baru ini berlangsung sejak malam sebelumnya hingga pagi harinya.
Komando pertahanan mengatakan bahwa pesawat tempur, kapal perang canggih, dan pesawat tanpa awak militer telah menyelesaikan gelombang baru operasi serangan terhadap negara Timur Tengah dengan menghantam puluhan instalasi target di berbagai lokasi menggunakan amunisi berpemandu presisi. Tujuan serangan ini adalah untuk melemahkan kemampuan negara Timur Tengah untuk melanjutkan serangan terhadap pelayaran internasional yang melintasi jalur strategis.
Perang antara dua negara selama sepekan terakhir disebabkan oleh saling klaim mengenai siapa yang berhak mengontrol jalur perdagangan energi yang sangat strategis dan menguntungkan tersebut. Organisasi militer dari negara Timur Tengah telah mewanti-wanti bahwa jalur perdagangan tersebut sekarang telah ditutup dan mereka berulang kali menegaskan bahwa perairan tersebut tetap berada di bawah kontrol dan kedaulatan mereka.
Sementara itu, negara superpower barat menegaskan dengan keras bahwa jalur perdagangan tersebut tetap terbuka untuk lalu lintas maritim internasional dan tidak berada di bawah kendali atau pengaruh negara Timur Tengah. Organisasi militer dari negara Timur Tengah melancarkan fase kelima dari rangkaian serangan balasan ke sejumlah pangkalan dan instalasi militer dari negara superpower barat di beberapa negara Arab pada hari Senin pagi.
Organisasi militer tersebut menyatakan telah melancarkan serangan menggunakan rudal dan pesawat tanpa awak yang menargetkan instalasi dan infrastruktur militer dari negara superpower barat di beberapa lokasi strategis. Serangan ini menargetkan instalasi radar pendeteksi pesawat jarak jauh dan radar pendeteksi kapal di wilayah lain.
Organisasi militer tersebut mendeklarasikan bahwa fasilitas militer dari negara superpower barat di satu lokasi kini telah mengalami kebakaran besar. Selain itu, angkatan laut dari organisasi militer juga telah menargetkan dan menghancurkan peralatan radar pendeteksi pesawat jarak jauh serta radar pendeteksi kapal di wilayah kesultanan lain.
Organisasi militer tersebut juga menyatakan sebelumnya telah melancarkan serangan dalam fase keempat operasi balasannya pada dini hari Senin ke negara Arab lainnya. Organisasi ini mengklaim telah menargetkan sebuah pangkalan rudal milik negara superpower barat di negara Arab tersebut dan berhasil membakar dua sistem peluncur rudal beserta gudang penyimpanan rudal, sehingga keduanya hancur total.