Beritagosip.com – Penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa kembali dilakukan setelah sempat disetop karena masa libur sekolah selama sekitar dua pekan terakhir. Memasuki minggu kerja baru, program yang dirancang untuk meningkatkan kesehatan dan prestasi akademik siswa ini aktif kembali beroperasi.
Terkait hal tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan peningkatan kualitas gizi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kembali digulirkan sejak awal pekan ini usai masa libur sekolah. Hal tersebut disampaikan Wakil Kepala BGN Trenggono saat meninjau pelaksanaan Program MBG di beberapa sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Jakarta Pusat pada Senin (14/7).
Trenggono menjamin BGN berupaya memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar, mulai dari kualitas menu, keamanan pangan, hingga proses distribusi kepada para penerima manfaat. BGN ingin memastikan setiap anak memperoleh asupan gizi yang lengkap dan seimbang untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal mereka.
Menurut Trenggono, menu berbahan protein hewani, termasuk daging, perlu diupayakan tersedia secara berkesinambungan dengan tetap memperhatikan standar keamanan pangan, kecukupan gizi, dan ketersediaan bahan baku di masing-masing daerah. Beberapa sekolah yang dikunjunginya dalam kunjungan monitoring antara lain SDN Cikini 01, SDN Cikini 02, SMA Muhammadiyah 1, SPPG Jakarta Pusat Menteng Pegangsaan 1, dan SPPG Jakarta Pusat Johar Baru Kampung Rawa 2.
Selain menekankan kualitas gizi, Trenggono juga memberikan sejumlah arahan kepada pengelola SPPG dan mitra untuk memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai standar operasional yang telah ditetapkan. Kepala SPPG dan mitra harus aktif melakukan pendampingan saat kunjungan monitoring, rutin membangun komunikasi dengan sekolah, serta menghimpun masukan dari kepala sekolah, guru, peserta didik, dan penerima manfaat lainnya sebagai bahan evaluasi penyusunan menu.
Trenggono mengemukakan bahwa program MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi anak, tetapi juga diharapkan mampu menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat. Oleh karena itu, penyediaan bahan baku perlu memprioritaskan potensi pangan lokal dan melibatkan pelaku usaha di sekitar wilayah pelaksanaan program.
Program MBG harus menjadi penggerak ekosistem pangan di daerah. BGN perlu memanfaatkan buah-buahan lokal berkualitas, mengurangi ketergantungan pada bahan baku produksi pabrikan, serta mengutamakan pasokan dari UMKM lokal. Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan oleh para penerima manfaat, tetapi juga oleh petani, pelaku usaha, dan masyarakat di sekitar wilayah pelaksanaan.
Terpisah, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menjelaskan masa jeda distribusi karena masa libur sekolah telah pihaknya manfaatkan untuk menata dan membenahi program guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh penerima manfaat. BGN ingin memastikan bahwa distribusi MBG kembali berjalan dengan baik setelah masa penyesuaian dengan berbagai pembenahan yang telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan.
Hal itu disampaikannya ketika melakukan peninjauan pendistribusian kembali MBG di sejumlah sekolah dan SPPG yang tersebar di wilayah Jakarta. Beberapa di antaranya meliputi TK Trisula Perwari, SDN Paseban 09, SMP Trisula Perwari 2, SMP 88 Jakarta, SD 03 Lubang Buaya, SD 11 Jakarta, SMP 227 Jakarta, SMP Gita Kirtti 2, SDN Cideng 2, dan berbagai SPPG di berbagai wilayah Jakarta.
Selain memantau pelaksanaan program, BGN juga memanfaatkan kunjungan tersebut untuk menyerap masukan secara langsung dari para pelaksana di lapangan, mulai dari pengelola SPPG hingga pihak sekolah. Menurut Arumsari, masukan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya penyempurnaan pelaksanaan program.
BGN menegaskan, seluruh upaya pembenahan merupakan bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan Program MBG sekaligus memastikan setiap penerima manfaat memperoleh makanan bergizi yang aman, berkualitas, dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.