Beritagosip.com – Aktivitas vulkanik di kawasan kepulauan timur Indonesia mengalami peningkatan dramatis ketika sebuah puncak gunung meletus pada malam hari minggu lalu. Fenomena alam ini menampakkan karakter eksplosif yang relatif ringan dengan ketinggian material yang terlempar sekitar 100 meter ke udara. Peristiwa tersebut diikuti dengan suara dentuman yang terdengar jelas dan jatuhan material bercahaya di sekitar kawasan puncak.
Badan penanggulangan bencana alam mencatat bahwa aktivitas gunung api terjadi pada waktu sekitar pukul 19:14 waktu setempat. Setelah fase awal berakhir, terjadi aliran lava yang mengalir ke beberapa arah sekaligus. Lava mengalir ke utara mencapai jarak 1000 meter dari kawah utama. Ke arah barat daya material panas bergerak sejauh 400 meter, sementara aliran ke selatan mencapai panjang 1000 meter.
Pantauan lapangan yang dilakukan pada malam kejadian menunjukkan bahwa material panas dari letusan menyebabkan rumput ilalang di sekitar puncak mengalami kebakaran. Kilatan cahaya dari api tersebut terlihat menembus awan kabut, menciptakan penampakan seperti api besar yang membara di puncak gunung. Pada hari berikutnya, petugas penyelamat berhasil memadamkan kebakaran ilalang yang terjadi di kawasan puncak.
Personel penyelamat terus berjaga dan memantau dinamika alam serta kondisi cuaca untuk meminimalkan risiko kebakaran lahan tambahan yang mungkin terjadi akibat erupsi gunung api. Pemerintah daerah setempat juga mengeluarkan surat imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap dinamika alam yang mungkin berkembang di masa mendatang.
Aktivitas harian masyarakat dilaporkan berjalan dengan lancar seperti hari-hari biasa. Status gunung api masih berada pada tingkat waspada atau level dua. Gunung ini memiliki ketinggian 1.784 meter dan telah menunjukkan peningkatan aktivitas sejak awal bulan ketujuh tahun ini. Selama periode awal bulan, tercatat berbagai jenis kejadian seismik termasuk gempa guguran, gempa hembusan, tremor harmonik, tremor non-harmonik, serta gempa fase banyak.
Pusat vulkanologi dan mitigasi bencana menyatakan bahwa tingkat aktivitas masih dalam kategori waspada. Status ini telah berlaku sejak tanggal 11 Januari tahun 2025 dan belum mengalami perubahan. Masyarakat yang berdomisili di sekitar wilayah rawan bencana diimbau untuk mematuhi rekomendasi resmi yang dikeluarkan oleh otoritas terkait.
Rekomendasi keselamatan menetapkan bahwa masyarakat dan wisatawan tidak boleh mendekati area terlarang, tidak boleh melakukan pendakian, dan tidak boleh beraktivitas di dalam zona yang diprakirakan mengalami bahaya. Zona tersebut meliputi radius 1,5 kilometer dari puncak kedua kawah utama dan area perluasan ke arah selatan barat daya sejauh 2,5 kilometer.
Selain itu, masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai-sungai yang berhulu dari puncak gunung diingatkan untuk meningkatkan kesiapan menghadapi potensi banjir lumpur panas dan banjir bandang yang dapat menyapu hingga ke garis pantai. Masyarakat juga diingatkan untuk waspada terhadap kemungkinan guguran lava dan awan panas yang dapat terjadi kapan saja akibat akumulasi material lava yang belum mencapai kondisi stabil dan mudah runtuh, terutama mengarah ke sektor selatan, tenggara, barat dan barat daya.