Beritagosip.com – Guna mengurai kemacetan ekstrem yang kerap melanda kawasan Puncak saat libur panjang, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengambil langkah berani: melarang seluruh angkot dan angkutan pedesaan untuk beroperasi sementara waktu. Sebagai gantinya, para sopir akan menerima uang saku sebesar Rp3 juta.
Kebijakan ini diumumkan Dedi pada Sabtu (28/6/2025) pagi, menyusul kemacetan parah sejak Jumat malam dalam rangka libur panjang Tahun Baru Islam. “Orang datang ke Puncak buat bahagia, bukan buat stres. Jadi, saya minta angkot dan angkutan pedesaan di wilayah Cisarua, Puncak, dan sekitarnya untuk libur Sabtu dan Minggu ini,” tegasnya.
Sopir Diberi Kompensasi
Langkah ini bukan tanpa kompensasi. Dedi menjanjikan bahwa setiap sopir yang terdampak akan menerima bantuan keuangan. “Hari Senin kami kirim bantuannya. Semua nomor rekening sopir yang biasa narik di kawasan itu sudah kami data,” jelasnya.
Bantuan ini sebelumnya juga dilakukan saat operasional mudik Lebaran 2025, dan terbukti membantu menekan kepadatan lalu lintas. “Supaya bisa kembali ke keluarga, nggak perlu narik, uang saku aman,” ujar Dedi.
Volume Kendaraan Naik Drastis
Menurut data dari Satlantas Polres Bogor, sebanyak 12 ribu kendaraan tercatat masuk ke kawasan Puncak hanya dalam delapan jam pertama sejak tengah malam Jumat. “Dari pukul 00.00 sampai 08.00 WIB, sudah masuk 12 ribu kendaraan. Total kendaraan yang tercatat 16 ribu,” kata Iptu Ardian Novianto.
Langkah pelarangan angkot ini diharapkan dapat meredam kepadatan dan memberikan ruang lebih luas bagi kendaraan wisatawan yang memadati jalur Puncak selama akhir pekan panjang ini.