Beritagosip.com – Pemerintah Indonesia akhirnya memulai langkah besar dalam transisi energi dengan membangun dua pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) berkapasitas total 500 megawatt (MW). Rencana ini telah dimasukkan dalam dokumen Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034.
Menurut Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jisman P. Hutajulu, dua unit PLTN tersebut masing-masing akan memiliki kapasitas 250 MW dan terhubung dengan sistem kelistrikan Sumatera dan Kalimantan.
“Kami sudah menentukan di sistemnya, bukan di lokasi persisnya. Jadi bisa saja di sekitar Sumatera Utara, Kepri, Bangka Belitung, dan Kalimantan Barat,” ujar Jisman dalam rapat dengan Komisi XII DPR RI, Senin (30/6/2025).
Target Operasi pada 2032 dan 2033
Pemerintah menargetkan bahwa kedua PLTN ini akan mulai beroperasi pada tahun 2032 dan 2033. Teknologi yang akan digunakan adalah Small Modular Reactor (SMR), yang dikenal lebih efisien dan fleksibel dibandingkan reaktor nuklir konvensional.
Proses Konstruksi Dimulai 2027
Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengonfirmasi bahwa pembangunan akan dimulai pada 2027, dengan estimasi pengerjaan selama 4–5 tahun.
“Regulasi sudah kami siapkan. Targetnya 2032 selesai, jadi 2027 sudah mulai pembangunan,” kata Bahlil.
Pemilihan Lokasi Berdasarkan Kajian Teknis
Pemilihan lokasi di Sumatera dan Kalimantan bukan tanpa dasar. Menurut Bahlil, wilayah tersebut sudah melalui kajian kelayakan oleh tim teknis, dan dipilih karena dinilai paling memungkinkan secara teknis dan strategis untuk pengembangan PLTN.
“Sudah dicek kelayakannya, dan prioritas untuk sementara dari tekniknya ada di sana,” tegasnya.