Beritagosip.com – Gunung Lewotobi Laki-laki kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya yang membahayakan. Pada Jumat malam (1/8/2025), terjadi erupsi besar yang menyebabkan hujan pasir dan abu di sejumlah desa di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Lima desa terdampak dalam kejadian ini, yakni Hokeng Jaya, Klatanlo, Nawakote, Boru, dan Boru Kedang. Kepala Puskesmas Boru, Andrea Maria Andrina Masni, membenarkan adanya hujan abu dan pasir yang terjadi di wilayahnya.
“Kami di sini hujan abu dan pasir,” kata Masni saat dihubungi pada Jumat malam. Ia juga menyampaikan bahwa warga telah memperoleh informasi dari pos pengamat gunung beberapa jam sebelum erupsi terjadi, terkait adanya peningkatan aktivitas vulkanik dari Gunung Lewotobi Laki-laki.
Sebagai langkah antisipatif, Masni meminta seluruh tenaga kesehatan (nakes) dan warga tetap siaga dan menjaga keselamatan masing-masing. “Nakes yang bertugas sudah bersiaga, dan kebetulan di puskesmas tidak ada pasien,” jelasnya.
Ia mengimbau warga untuk mengenakan masker atau alat pelindung lainnya agar tidak terdampak oleh partikel berbahaya dari abu vulkanik. Letusan ini menambah daftar aktivitas vulkanik Lewotobi yang terus dipantau dengan ketat sejak statusnya dinaikkan menjadi level IV atau ‘awas’.
Letusan tercatat terjadi pada pukul 20.48 Wita. Kolom abu teramati membumbung tinggi hingga lebih kurang 10.000 meter di atas puncak gunung, atau sekitar 11.584 meter di atas permukaan laut. Warna kolom abu terlihat kelabu pekat, dengan intensitas tebal dan condong ke arah barat dan barat laut. Erupsi juga disertai suara gemuruh kuat yang terdengar hingga beberapa kilometer.
Aktivitas Gunung Lewotobi terus dipantau secara intensif oleh pihak berwenang. Warga diimbau tetap waspada dan mematuhi instruksi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta otoritas terkait. Gunung ini telah beberapa kali mengalami erupsi besar dalam beberapa bulan terakhir, dan wilayah sekitarnya masih berada dalam zona rawan bahaya.
Kondisi terkini menunjukkan perlunya kesiapsiagaan tinggi, terutama bagi warga desa terdampak langsung yang telah merasakan dampak hujan pasir dan abu. Status Gunung Lewotobi Laki-laki yang berada di level awas menjadi indikator bahwa risiko erupsi susulan masih sangat mungkin terjadi.
Pihak berwenang terus mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas dalam radius bahaya dan segera mengungsi jika diperlukan, demi keselamatan bersama.