Beritagosip.com – Bayangkan sedang muntah atau buang air besar, lalu kamu melihat sesuatu yang bergerak, dan ternyata itu adalah cacing. Mengerikan? Ya, tapi kondisi ini bisa terjadi dalam kasus infeksi cacing berat.
Menurut Dr. Johannes Chandrawinata, spesialis gizi klinis, cacing bisa keluar lewat muntah atau tinja jika jumlahnya sudah sangat banyak dan memenuhi saluran cerna. “Bila infeksinya berat sekali dan ada banyak cacing di usus, maka dapat terjadi muntah dan buang air besar yang mengandung cacing,” jelasnya.
Infeksi cacing masih tergolong umum, terutama di daerah dengan sanitasi buruk. Kebiasaan makan juga turut memengaruhi risiko infeksi. “Sering makan sayuran mentah, makan di tempat yang kurang higienis, atau mengonsumsi daging yang kurang matang bisa meningkatkan risiko. Karena itu, sebaiknya tetap minum obat cacing sedikitnya satu kali per tahun,” kata Johannes.
Bahaya Infeksi Cacing
Infeksi cacing tak hanya menyebabkan gangguan pencernaan. Dalam jangka panjang, cacing dapat menyerap nutrisi penting tubuh, menyebabkan anemia, kelelahan, gangguan tumbuh kembang anak, hingga menurunkan produktivitas.
Cara Mencegah Infeksi Cacing
Dr. Johannes membagikan beberapa langkah pencegahan:
- Cuci tangan secara teratur, terutama setelah ke toilet, sebelum makan, dan setelah bermain di luar rumah.
- Masak makanan hingga matang sempurna, khususnya daging dan ikan.
- Minum air matang yang bersih dan tidak terkontaminasi.
- Jaga kebersihan rumah dan lingkungan.
- Ajarkan anak untuk tidak memasukkan jari ke mulut.
Pentingnya Obat Cacing Berkala
Pemberian obat anti-cacing terbukti mampu menurunkan beban penyakit akibat infeksi. Oleh karena itu, pengobatan massal (mass deworming) disarankan, terutama di area dengan risiko tinggi.
Berdasarkan panduan WHO 2023, terapi pencegahan dilakukan minimal sekali setahun. Jika tingkat infeksi lebih dari 20%, terapi bahkan bisa dilakukan dua kali setahun. Obat yang lazim digunakan adalah albendazole 400 mg atau mebendazole 500 mg dosis tunggal.
Namun, pengobatan tidak cukup jika tidak dibarengi dengan perbaikan lingkungan. “Tetap harus perbaiki juga lingkungannya agar pengobatannya tidak sia-sia,” tegasnya.