Beritagosip.com – Nepal akan memberlakukan kenaikan biaya pendakian ke puncak Gunung Everest mulai September 2025. Biaya izin akan naik dari 11.000 dollar AS (sekitar Rp 176 juta) menjadi 15.000 dollar AS (sekitar Rp 241 juta).
Langkah ini bertujuan mengendalikan kepadatan di jalur pendakian gunung tertinggi dunia serta mendorong pemerataan ekonomi. Ekspedisi di luar musim pendakian juga akan menyesuaikan tarif, antara 3.750 dollar AS (sekitar Rp 60,3 juta) hingga 7.500 dollar AS (sekitar Rp 120,7 juta), tergantung periode.
Meski biaya izin pendakian Everest tinggi, sektor ini tetap menjadi sumber pendapatan penting, menyumbang lebih dari empat persen perekonomian Nepal. Sebagai kompensasi, pemerintah menggratiskan izin pendakian untuk 97 gunung di dua provinsi terpencil: Karnali (77 gunung) dan Sudurpaschim (20 gunung). Kebijakan ini berlaku dua tahun mulai 17 Juli 2025.
Gunung-gunung tersebut memiliki ketinggian 5.870 hingga 7.132 meter di atas permukaan laut, termasuk Saipal, Api, dan Api Barat. Tujuannya adalah menarik pendaki ke jalur baru, menciptakan lapangan kerja, dan menggerakkan ekonomi lokal di wilayah minim infrastruktur.
Direktur Departemen Pariwisata, Himal Gautam, menyebut fasilitas gratis ini sebagai peluang memperkenalkan daerah terpencil. Namun, Rajendra Lama, pengusaha pariwisata sekaligus anggota Dewan Pariwisata Nepal, menilai kebijakan ini memerlukan dukungan strategis dan promosi agresif agar efektif.
Berdasarkan Undang-Undang Pariwisata Terpadu yang disahkan pada 18 April, pendaki Everest wajib terlebih dahulu menaklukkan satu gunung di Nepal dengan ketinggian di atas 7.000 meter. Gunung seperti Saipal, Api, dan Api Barat yang kini bebas royalti dapat menjadi lokasi latihan ideal sebelum mencoba Everest.
Karnali dan Sudurpaschim sendiri adalah wilayah dengan kondisi alam menantang, musim dingin ekstrem, dan akses terbatas. Keduanya juga penting sebagai lokasi penelitian perubahan iklim. Dari lebih 3.300 gunung di Nepal yang berada di atas 5.500 meter, 461 sudah dibuka untuk ekspedisi komersial, dan 102 puncak belum pernah ditaklukkan manusia.