Beritagosip.com – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 dalam rapat paripurna DPR RI, Jumat (15/8).
RAPBN ini merupakan rancangan anggaran pertama di bawah pemerintahannya, dengan fokus pada penguatan ketahanan ekonomi, pembangunan sumber daya manusia, dan pemerataan kesejahteraan di tengah ketidakpastian global. “APBN harus digunakan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat Indonesia,” kata Prabowo dalam pidato RAPBN 2026 dan Nota Keuangannya.
1. Postur dan arah kebijakan fiskal
Belanja negara 2026 direncanakan Rp3.786,5 triliun, sedangkan pendapatan negara ditargetkan Rp3.147,7 triliun. Defisit anggaran diperkirakan Rp638,8 triliun atau 2,48 persen dari PDB. Pemerintah menekankan fleksibilitas APBN agar mampu menyesuaikan kondisi ekonomi global. Pendapatan negara dioptimalkan lewat pajak dan penerimaan lain yang adil dan terukur. Belanja negara diprioritaskan pada program penciptaan lapangan kerja dan layanan publik.
2. Prioritas pembangunan nasional
RAPBN 2026 memuat delapan agenda prioritas, yakni ketahanan pangan, ketahanan energi, program makan bergizi gratis (MBG), pendidikan, kesehatan, pemberdayaan desa dan UMKM, pertahanan, serta percepatan investasi dan perdagangan. Alokasi anggaran terbesar diberikan untuk pendidikan Rp757,8 triliun, ketahanan energi Rp402,4 triliun, program MBG Rp335 triliun, ketahanan pangan Rp164,4 triliun, dan kesehatan Rp244 triliun. Target spesifik termasuk distribusi MBG kepada 82,9 juta penerima manfaat dan penguatan 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih.
3. Pembiayaan dan belanja negara
Pembiayaan diarahkan melalui skema yang melibatkan BUMN dan sektor swasta sehingga tidak sepenuhnya mengandalkan APBN. Belanja pusat dan transfer ke daerah digabungkan untuk mendukung pemerataan pembangunan. Subsidi energi dan bantuan sosial dipastikan lebih tepat sasaran berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Sumber daya alam dikelola lebih efisien agar memberi nilai tambah ekonomi.
4. Target ekonomi dan sosial 2026
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,4 persen, inflasi 2,5 persen, dan nilai tukar rupiah sekitar Rp16.500 per dolar AS. Tingkat pengangguran terbuka diproyeksikan 4,44 persen-4,96 persen, angka kemiskinan 6,5 persen-7,5 persen, serta rasio gini 0,377-0,380. “Keberlanjutan fiskal jangka menengah-panjang adalah jangkar bagi stabilitas ekonomi,” ujar Prabowo.