Beritagosip.com Cuaca Indonesia masih diguyur hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem di berbagai wilayah. Kondisi tersebut memicu dampak lanjutan berupa bencana alam di sejumlah daerah. Pertanyaan mengenai kapan cuaca Indonesia kembali normal pun banyak muncul.
BMKG memprakirakan kondisi iklim di Indonesia akan kembali normal mulai April. Prakiraan ini disampaikan seiring melemahnya fenomena La Nina lemah yang saat ini memengaruhi pola cuaca nasional.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan La Nina dipantau melalui indeks Nino 3.4 di wilayah Samudra Pasifik. Berdasarkan prakiraan iklim, fenomena tersebut diprediksi terus melemah hingga Maret.
Menurutnya, La Nina lemah yang berlangsung saat ini tidak menunjukkan potensi berkembang menjadi kuat. Setelah periode tersebut berakhir, pengaruh anomali iklim diperkirakan menghilang secara bertahap.
Cuaca Indonesia kembali normal diproyeksikan terjadi pada April hingga akhir tahun. Dalam periode tersebut, tidak ada dominasi El Nino maupun La Nina, sehingga kondisi iklim dinilai stabil.
BMKG juga menjelaskan pola musim hujan di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Musim hujan di kawasan tersebut diperkirakan berakhir pada akhir Februari hingga Maret.
Setelah itu, wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat akan memasuki musim kemarau mulai April. Periode kemarau diprediksi berlangsung hingga September.
Musim hujan selanjutnya di wilayah tersebut diperkirakan kembali terjadi pada Oktober. Pola ini mengikuti karakteristik iklim tahunan yang umum terjadi di kawasan tersebut.
Sementara itu, wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat memiliki karakteristik iklim yang berbeda. Daerah-daerah tersebut mengalami dua kali musim hujan dan dua kali musim kemarau dalam satu tahun.
Saat ini, beberapa wilayah seperti Aceh, Sumatra Utara, Riau, hingga Sumatra Barat telah memasuki fase awal musim kemarau pertama. Namun, kondisi kemarau tersebut tidak berlangsung kering secara ekstrem.
Meski demikian, BMKG mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan tetap ada. Kondisi tanah yang tidak sepenuhnya basah tetap memerlukan kewaspadaan.
BMKG memprakirakan musim hujan di Sumatra Utara akan kembali dimulai pada Mei. Pola ini menegaskan perbedaan siklus iklim regional dibanding wilayah selatan Indonesia.