Beritagosip.com Bendera partai di flyover Ladokgi, dekat kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, akhirnya dicopot. Jalan layang tersebut kini tampak bersih tanpa deretan atribut politik.
Pantauan pada Minggu (8/2/2026) pukul 22.00 WIB menunjukkan tidak ada lagi bendera Partai Gerindra di sepanjang flyover Ladokgi. Area tersebut terlihat lebih lengang dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Sebelumnya, bendera bernuansa putih dengan lambang burung garuda memenuhi sisi kanan dan kiri jalan layang. Pemandangan tersebut cukup mencolok bagi pengguna jalan.
Setelah bendera partai dicopot, kondisi flyover Ladokgi terlihat lebih rapi. Jalan layang yang menghubungkan kawasan Senayan dan Slipi hanya diterangi lampu jalan serta arus kendaraan yang melintas.
Beberapa hari sebelumnya, tepatnya Selasa (3/2/2026), bendera partai di flyover masih terlihat terpasang di kedua arah. Pemandangan itu dapat dilihat dari arah GBK maupun dari Jalan Jenderal Gatot Subroto menuju Senayan.
Angin kencang di atas jalan layang membuat bendera berkibar tidak beraturan. Sejumlah bendera tampak miring dan berpotensi terlepas ke jalan raya.
Situasi tersebut memicu kekhawatiran pengguna jalan. Lalu lintas di sekitar flyover Ladokgi terpantau ramai lancar, sehingga pengendara harus lebih waspada.
Pengendara motor terlihat menghindari ujung bambu penyangga bendera. Beberapa bambu tampak menjorok ke bahu jalan.
Fenomena serupa tidak hanya terjadi di flyover Ladokgi. Bendera partai di flyover juga ditemukan di jalur yang menghubungkan Slipi Petamburan dengan depan Gedung DPR/MPR RI.
Keberadaan atribut partai ini telah lama dikeluhkan warga. Selain mengganggu pemandangan, kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengendara.
Sodik (45), warga yang sering melintas di kawasan tersebut, menyebut bendera sudah terpasang sejak lama. Menurutnya, penertiban tidak kunjung dilakukan.
Ia menilai pemasangan bendera partai di flyover seharusnya tidak diperbolehkan. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan sebaliknya.
Sodik juga menyoroti risiko lain yang muncul saat terjadi unjuk rasa. Tiang bambu bendera kerap dicabut oleh massa aksi.
Menurutnya, bambu tersebut berpotensi disalahgunakan sebagai alat berbahaya. Hal itu sering terlihat saat demonstrasi di depan Gedung DPR RI.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra, Rani Mauliani, memberikan penjelasan. Ia menyebut pemasangan atribut partai bersifat sementara.
Rani memastikan akan ada penertiban internal setelah masa izin pemasangan berakhir. Biasanya, pemasangan berlangsung sekitar satu minggu.
Ia menjelaskan bahwa pemasangan atribut partai dilakukan untuk memperingati HUT ke-18 Partai Gerindra. Peringatan tersebut jatuh pada 6 Februari.
Rani juga menyebut pemasangan telah mengantongi izin dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Meski begitu, ia memahami kekhawatiran masyarakat.
Menurut Rani, aspirasi warga terkait keselamatan dan kenyamanan perlu diperhatikan. Karena itu, pemantauan akan dilakukan secara berkala.
Ia memastikan jajaran struktural partai di lima wilayah Jakarta diminta memantau posisi atribut. Fokus pengawasan dilakukan di jalan-jalan protokol.
Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah gangguan lalu lintas. Selain itu, potensi keresahan masyarakat juga dapat diminimalkan.