Beritagosip.com Sebagai pelanggan, banyak orang berharap mendapat pelayanan terbaik saat berbelanja. Namun, tidak semua kebiasaan pembeli terasa menyenangkan, termasuk di toko roti atau bakery. Setiap jenis usaha memiliki tantangan sendiri dalam menghadapi konsumen. Toko roti pun sering bertemu pelanggan dengan perilaku unik atau cenderung menyebalkan. Kamu sebaiknya tidak masuk dalam kategori pelanggan seperti ini agar proses belanja berjalan lancar dan nyaman.
Kelakuan pelanggan yang dibenci pegawai toko roti kerap terjadi tanpa disadari. Seorang pastry chef berpengalaman bernama Ashwini Rakhe pernah membagikan sejumlah perilaku pelanggan bakery yang membuat pegawai toko roti kesal. Daftar ini pernah ditulis di The Daily Meal dan masih relevan hingga kini.
- Menyentuh roti langsung dengan tangan
Di antara seluruh bagian tubuh, telapak tangan termasuk yang paling sering terpapar kotoran karena digunakan untuk memegang banyak benda. Saat pelanggan menyentuh roti atau kue yang dipajang tanpa alat bantu, pegawai toko roti bisa merasa terganggu. Banyak toko menerapkan aturan ketat terkait kebersihan, sehingga roti yang tersentuh tangan kosong harus dibuang.
Sebagian pelanggan memiliki kebiasaan menekan roti untuk mengecek tekstur sebelum membeli. Padahal, tidak semua roti yang disentuh benar-benar akan dibeli. Perilaku pelanggan bakery seperti ini merugikan toko. Gunakan penjepit yang tersedia agar kualitas produk tetap terjaga.
- Meminta roti baru menjelang toko tutup
Kebiasaan pelanggan toko roti lain yang sering dikeluhkan adalah meminta roti yang baru dipanggang saat jam operasional hampir berakhir. Ketika datang dua hingga tiga jam sebelum tutup, kemungkinan besar stok roti segar sudah tidak tersedia.
Permintaan seperti ini menempatkan pegawai dalam situasi sulit. Mereka harus memperpanjang jam kerja demi memenuhi keinginan pelanggan. Kondisi tersebut membuat pegawai toko roti kesal karena tidak sesuai dengan alur kerja yang sudah ditetapkan.
- Terlalu sering mengubah pesanan kustom
Pesanan kue kustom memang menjadi salah satu layanan favorit di toko roti. Namun, bukan berarti pelanggan bebas mengubah detail pesanan berkali-kali, terutama mendekati tenggat waktu.
Setiap perubahan membutuhkan tenaga dan waktu tambahan dari pembuat kue. Biaya produksi pun dapat meningkat karena penyesuaian mendadak. Kelakuan pelanggan yang dibenci pegawai toko roti ini sering dianggap tidak menghargai proses kerja di balik pembuatan kue.
- Datang terlambat mengambil pesanan
Pelanggan tentu merasa kecewa jika pesanan tidak selesai tepat waktu. Hal serupa juga dirasakan pegawai ketika pelanggan terlambat mengambil kue yang sudah dipesan. Beberapa jenis kue dibuat mendekati waktu pengambilan agar bahan tetap segar.
Sebagian kue tidak bisa disimpan lama di lemari pendingin. Jika pelanggan datang terlambat, kualitas kue dapat menurun. Dalam situasi ini, pelanggan menyebalkan di toko roti sering kali tetap mengeluh meski keterlambatan berasal dari pihak sendiri.
- Membatalkan pesanan kustom di menit terakhir
Perilaku pelanggan bakery yang paling dibenci adalah membatalkan pesanan kustom secara mendadak. Pesanan jenis ini tidak dapat dijual kembali karena dibuat khusus sesuai permintaan.
Sebagian pelanggan mengira kue bisa disumbangkan. Kenyataannya, setiap toko memiliki standar operasional berbeda. Akibatnya, kue tersebut berpotensi besar terbuang sia-sia.
Kelakuan pelanggan yang dibenci pegawai toko roti seharusnya bisa dihindari dengan sedikit empati. Dengan menjaga sikap saat berbelanja, pengalaman pelanggan dan pegawai akan terasa lebih baik.