Beritagosip.com juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menyampaikan peringatan keras setelah anggota Dewan Perdamaian atau Board of Peace menggelar pertemuan perdana di Washington DC pada Kamis 19 Februari. Board of Peace Trump dinilai akan menghadapi ujian berat sejak awal pembentukannya.
Board of Peace merupakan inisiatif Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dengan alasan mencari solusi bagi Jalur Gaza Palestina. Organisasi tersebut dibentuk setelah memperoleh izin dari Dewan Keamanan PBB melalui resolusi yang dikeluarkan pada tahun sebelumnya.
Qassem menegaskan tugas utama anggota Dewan Perdamaian adalah memastikan pasukan Israel mematuhi secara penuh kesepakatan gencatan senjata. Menurutnya, komitmen tersebut menjadi tolok ukur utama keberhasilan Board of Peace Trump.
“Ujian sesungguhnya adalah kemampuan mereka memaksa pasukan pendudukan berhenti melanggar gencatan senjata, memenuhi kewajiban mereka, dan memulai upaya bantuan serta rekonstruksi yang tulus,” ujar Qassem kepada Al Jazeera pada Kamis.
Israel dan Hamas menyepakati gencatan senjata pada Oktober tahun lalu. Kesepakatan itu mencakup penghentian pertempuran dan penarikan pasukan Zionis secara bertahap dari wilayah Gaza.
Namun, sejak gencatan senjata diberlakukan, Israel disebut berulang kali melakukan pelanggaran. Serangan terhadap warga dan objek sipil di Gaza terus terjadi tanpa tekanan berarti dari pihak luar.
Selama pelanggaran berlangsung, tidak terlihat tekanan konkret dari Amerika Serikat sebagai sekutu dekat Israel sekaligus pendiri Board of Peace. Komunitas internasional juga dinilai hanya mampu menyampaikan kecaman tanpa langkah nyata.
Qassem menyatakan pengalaman beberapa bulan terakhir menunjukkan pasukan pendudukan mengabaikan kesepakatan gencatan senjata selama tidak disertai tekanan nyata. Kondisi ini disebut memperlemah kredibilitas upaya perdamaian yang ditawarkan.
Israel melancarkan agresi ke Palestina sejak Oktober 2023. Sejak itu, serangan masif terhadap warga dan objek sipil di Gaza terus berlangsung.
Dampak agresi tersebut sangat besar. Lebih dari 72.000 warga Palestina dilaporkan tewas, 171.728 orang mengalami luka-luka, dan jutaan lainnya terpaksa mengungsi akibat kehancuran tempat tinggal.
Saat ini, Gaza digambarkan hanya menyisakan reruntuhan bangunan dan penderitaan warga. Dalam situasi tersebut, Board of Peace Trump muncul dengan janji solusi damai dan program rekonstruksi.
Keanggotaan Dewan Perdamaian terdiri dari 27 anggota tetap dan 22 negara pengamat. Dalam pertemuan perdana, Trump mengumumkan Amerika Serikat akan menyumbangkan dana hingga US$10 miliar atau sekitar Rp168 triliun untuk rekonstruksi Gaza.
Sejumlah negara lain seperti Kazakhstan, Azerbaijan, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Kuwait, Uzbekistan, Maroko, Bahrain, dan Qatar turut memberikan kontribusi dana sekitar US$7 miliar atau setara Rp118 triliun.
Meski berkontribusi dana besar, Amerika Serikat tetap dikenal sebagai sekutu dekat Israel dan kerap mendukung pemerintahan Benjamin Netanyahu selama agresi berlangsung. Hingga kini, tidak ada langkah sangat tegas yang diambil AS terhadap Israel meski pelanggaran gencatan senjata terus terjadi.