Beritagosip.com Kisah kanker usus usia 29 tahun dibagikan oleh seorang pria asal Bandung melalui media sosial. Awalnya ia mengira keluhan yang muncul hanya gangguan lambung biasa atau bahkan infeksi saluran kemih. Namun pemeriksaan lanjutan mengungkap diagnosis kanker usus besar.
Kisah kanker usus muda tersebut menarik perhatian publik setelah diunggah melalui media sosial. Pria bernama Fredi menceritakan perjalanan diagnosis kanker usus besar yang ia alami di usia 29 tahun.
Fredi mengungkapkan bahwa gejala kanker usus besar mulai ia rasakan pada Mei 2025. Ia memang memiliki riwayat penyakit asam lambung. Meski begitu, sensasi yang muncul saat itu terasa berbeda dari biasanya.
Ia merasakan ketidaknyamanan di bagian perut bawah. Kondisi tersebut membuatnya mulai mempertanyakan apakah keluhan itu berkaitan dengan penyakit lain.
Keluhan itu mendorong Fredi memeriksakan diri ke puskesmas. Pada awalnya ia menduga mengalami infeksi saluran kemih atau radang usus, sehingga muncul dugaan kanker usus dikira ISK.
Namun hasil pemeriksaan urine menunjukkan kondisi normal. Dokter kemudian merujuknya ke dokter spesialis penyakit dalam serta dokter bedah di beberapa rumah sakit di Bandung untuk pemeriksaan lanjutan.
Fredi menjalani berbagai tes medis seperti pemeriksaan darah dan USG. Hasilnya kembali menunjukkan kondisi normal sehingga diagnosis kanker usus besar belum terdeteksi saat itu.
Walau begitu, rasa tidak nyaman di perut bagian bawah tidak kunjung hilang. Ia mengaku merasa belum puas dengan hasil pemeriksaan tersebut.
Fredi kemudian mengingat kembali riwayat penyakit dalam keluarganya. Beberapa bulan sebelumnya, kakaknya meninggal dunia akibat kanker.
Selama proses perawatan sang kakak, Fredi banyak mencari informasi tentang penyakit kanker. Ia menyadari adanya kemungkinan faktor genetik dalam keluarga mereka.
Ia juga menduga ayahnya yang meninggal akibat sakit perut beberapa tahun sebelumnya mungkin mengalami kondisi yang serupa. Namun kondisi tersebut tidak pernah dipastikan secara medis.
Riwayat keluarga itu akhirnya ia sampaikan kepada dokter. Berdasarkan informasi tersebut, dokter merujuknya untuk menjalani kolonoskopi sebagai bagian dari diagnosis kanker usus besar.
Pemeriksaan kolonoskopi kemudian menemukan adanya massa pada usus besar. Temuan tersebut menjadi titik penting dalam proses diagnosis kanker usus besar yang ia jalani.
Dokter kemudian melakukan biopsi terhadap massa tersebut. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa massa tersebut bersifat ganas.
Meski demikian, ukuran massa disebut masih relatif kecil. Pemeriksaan lanjutan melalui CT scan mengonfirmasi adanya massa pada lokasi yang sama.
Setelah diagnosis kanker usus besar ditegakkan, Fredi dirujuk ke dokter spesialis hematologi-onkologi. Ia kemudian menjalani kemoterapi sebagai bagian dari penanganan kanker usus usia 29 tahun yang ia alami.
Ia menyebut telah menjalani beberapa siklus kemoterapi hingga awal tahun 2026. Proses tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengobatan dalam kisah kanker usus muda ini.
Fredi mengakui kondisi mentalnya sempat terguncang setelah menerima diagnosis tersebut. Berbagai pikiran negatif muncul setelah mengetahui dirinya mengidap kanker di usia muda.
Namun ia berusaha tidak tenggelam dalam perasaan tersebut. Ia tetap bekerja dan menerima berbagai pekerjaan untuk menjaga aktivitas sehari-hari.
Selain itu, ia juga mengalihkan pikirannya dengan berbagai kegiatan sederhana. Ia menonton film di bioskop, menikmati makanan favorit, serta berenang untuk menjaga kondisi mentalnya.
Kasus kanker usus dikira ISK seperti yang dialami Fredi menunjukkan bahwa gejala kanker usus besar tidak selalu muncul secara jelas pada tahap awal.
Pada fase awal, keluhan sering menyerupai gangguan pencernaan ringan seperti nyeri perut atau rasa tidak nyaman yang tidak spesifik.
Karena itu, perubahan gejala yang terasa berbeda dari biasanya perlu mendapat perhatian. Kondisi tersebut semakin penting diperiksa jika terdapat riwayat keluarga dengan penyakit kanker.