Beritagosip.com Sebuah ledakan kapal tanker Kuwait terjadi di perairan lepas pantai negara tersebut pada Kamis (5/3). Insiden kapal tanker Kuwait itu memicu tumpahan minyak Kuwait di sekitar lokasi kejadian.
Operasi Perdagangan Maritim Britania Raya atau UKMTO menyampaikan bahwa ledakan kapal tanker Kuwait menimbulkan tumpahan minyak Kuwait di laut sekitar kapal yang sedang berlabuh.
Kapten kapal tersebut melaporkan bahwa ia melihat dan mendengar ledakan besar di sisi kiri kapal. Setelah ledakan, sebuah kapal kecil terlihat meninggalkan area perairan lepas pantai Mubarak Al-Kabeer.
Laporan yang dipublikasikan melalui platform X itu menyebut minyak keluar dari tangki kargo kapal. Kondisi tersebut menyebabkan tumpahan minyak Kuwait yang berpotensi memengaruhi lingkungan laut.
Insiden kapal tanker Kuwait terjadi saat ketegangan Iran AS Teluk meningkat tajam. Pada waktu yang sama, militer gabungan Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan ke Iran.
Iran kemudian merespons dengan serangan balasan yang menargetkan negara-negara kawasan Teluk. Ketegangan Iran AS Teluk semakin meningkat setelah aktivitas militer tersebut terjadi.
Pada Senin (2/3), sirene peringatan serangan udara terdengar di beberapa wilayah Kuwait. Sistem pertahanan udara negara itu mencegat sebagian besar serangan drone.
Situasi memanas ketika Iran menyatakan penutupan Selat Hormuz Iran. Pernyataan itu menegaskan bahwa kapal yang mencoba melintas akan menghadapi tindakan militer.
Penasihat senior Korps IRGC Iran, Ebrahim Jabari, menyampaikan bahwa penutupan Selat Hormuz Iran akan menghentikan lalu lintas kapal minyak di jalur vital tersebut.
Ia juga menyatakan bahwa Iran tidak akan membiarkan minyak keluar dari kawasan itu. Menurutnya, langkah tersebut akan membuat Amerika Serikat kesulitan memperoleh pasokan minyak dari Teluk.
Jabari menambahkan bahwa Iran juga dapat menyerang jalur pipa minyak. Ia memperkirakan harga minyak dapat melonjak hingga 200 dolar AS dalam beberapa hari mendatang jika penutupan Selat Hormuz Iran berlangsung.