Beritagosip.com Banyak orang mempertanyakan keamanan dan kesehatan saat tidur bersama hewan peliharaan. Namun berbagai temuan ilmiah menunjukkan bahwa manfaat tidur bersama kucing dapat dirasakan oleh pemiliknya di rumah.
Pecinta anabul atau anak bulu, khususnya kucing, biasanya ingin menghabiskan waktu sebanyak mungkin dengan hewan kesayangannya. Namun kesibukan dan pekerjaan sering membuat waktu bersama menjadi terbatas.
Karena itu, tidur bersama kucing di rumah sering dianggap sebagai momen kebersamaan yang berkualitas. Walau bagi sebagian orang ide tersebut terdengar tidak biasa, kebiasaan ini ternyata menghadirkan beberapa manfaat.
Berikut lima manfaat tidur bersama kucing yang sering dikaitkan dengan kesehatan fisik maupun emosional.
- Dengkuran kucing yang menenangkan
Saat merasa nyaman atau tertidur, kucing biasanya mengeluarkan suara dengkuran khas yang dikenal sebagai purring. Dengkuran kucing menenangkan ini bergetar pada frekuensi sekitar 25 hingga 150 Hz.
Frekuensi tersebut dikenal mampu mendukung proses penyembuhan. Getaran dari dengkuran kucing dapat merangsang pertumbuhan tulang serta membantu pembentukan kulit dan jaringan lunak baru pada kucing maupun manusia.
Selain itu, beberapa sumber menyebutkan bahwa berada dekat dengan kucing yang sedang mendengkur dapat menenangkan sistem saraf. Kondisi tersebut juga dapat membantu menurunkan tekanan darah.
- Kesehatan mental dan emosional lebih baik
Manfaat tidur bersama kucing juga berkaitan dengan kesehatan mental. Banyak orang merasakan berkurangnya kesepian, kecemasan, serta depresi saat berinteraksi dengan kucing.
Kehadiran kucing dapat memicu pelepasan oksitosin yang sering disebut sebagai hormon cinta. Hormon ini muncul ketika seseorang membelai, bermain, atau mendengar dengkuran kucing.
Interaksi tersebut sering membuat pemilik kucing merasa lebih nyaman secara emosional. Kesehatan mental dengan kucing juga dipengaruhi oleh kedekatan fisik saat tidur.
Saat tidur bersama kucing di rumah, kehangatan tubuh, pola pernapasan yang stabil, serta berat tubuh kucing dapat mengaktifkan sistem saraf parasimpatik. Sistem ini memperlambat detak jantung dan mendorong tubuh menjadi lebih rileks hingga tertidur.
Efek tersebut sering dibandingkan dengan sensasi yang diberikan oleh weighted blanket atau boneka berbobot.
- Memberikan rasa nyaman dan aman
Bagi sebagian orang, tidur sendirian terasa sulit. Dalam situasi ini, kucing memberi rasa nyaman karena kehadirannya dapat menciptakan perasaan aman.
Walau anjing dikenal sebagai penjaga yang baik, kucing juga memiliki naluri kewaspadaan yang kuat. Hewan ini sangat peka terhadap suara maupun pergerakan di sekitarnya.
Kucing bahkan mampu menangkap suara yang sangat halus. Sensitivitas ini membuat sebagian pemilik merasa lebih tenang ketika tidur bersama kucing di rumah.
- Membangun ikatan yang lebih kuat
Tidur merupakan kondisi yang membuat kucing berada dalam keadaan rentan. Hewan ini hanya akan tertidur jika lingkungannya benar-benar terasa aman.
Kucing yang tidur dekat dengan pemiliknya menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi. Kebiasaan tidur bersama dapat memperkuat hubungan antara manusia dan hewan peliharaan.
Manfaat tidur bersama kucing dalam hal ini berkaitan dengan pembentukan rutinitas. Kucing berkembang dengan pola kebiasaan yang konsisten.
Jika rutinitas tidur bersama terbentuk, interaksi tersebut dapat meningkatkan bonding sekaligus memperkuat kepercayaan antara pemilik dan kucing.
- Memberikan kehangatan alami
Suhu tubuh kucing biasanya berada pada kisaran 37 hingga 39 derajat Celcius. Kondisi ini membuat kucing memberi rasa nyaman sekaligus berfungsi sebagai sumber kehangatan alami.
Di malam yang dingin, kehangatan tubuh kucing dapat membantu tubuh terasa lebih nyaman. Kehangatan tersebut sering dirasakan tanpa mengganggu kualitas tidur pemiliknya.
Karena itu, manfaat tidur bersama kucing tidak hanya berkaitan dengan aspek emosional, tetapi juga dengan kenyamanan fisik yang dirasakan saat beristirahat.