Beritagosip.com Jalur pantura Pasuruan kembali normal setelah sempat lumpuh akibat banjir sejak Selasa (24/3) malam. Genangan air yang menutup akses jalan kini telah surut. Kendaraan kembali melintas tanpa hambatan di jalur pantura Pasuruan.
Banjir sebelumnya merendam jalur pantura Pasuruan di Desa Beji, Kecamatan Beji. Jalur ini menghubungkan wilayah Gempol dan Bangil. Air menggenangi jalan dengan ketinggian cukup dalam sehingga akses sempat terputus.
Selain itu, banjir Pasuruan juga merendam Jalan Ir Juanda di Kota Pasuruan. Penutupan jalan dilakukan karena kondisi tidak memungkinkan dilalui kendaraan. Arus lalu lintas dialihkan ke Jalur Lingkar Selatan dan jalan tol.
Kepala UPT P3 LLAJ Dishub Jatim, Yulianto, menyatakan jalur pantura Pasuruan sudah bisa dilewati. Pernyataan ini menegaskan bahwa pantura Pasuruan normal kembali setelah air surut.
Petugas BPBD Kota Pasuruan masih melakukan pembersihan di Jalan Ir Juanda. Lumpur sisa banjir dibersihkan terutama di sekitar Jembatan Buk Wedi. Proses ini terus berjalan untuk memastikan jalur aman dilalui.
Hujan lebat yang turun sejak siang menyebabkan luapan sungai Pasuruan. Air melimpas ke permukiman warga di wilayah kabupaten dan kota. Kondisi ini memicu banjir Pasuruan di berbagai titik.
Banjir tersebut sempat melumpuhkan jalur pantura Pasuruan dan sejumlah jalan utama. Kemacetan panjang terjadi karena arus balik pemudik terhambat. Antrean kendaraan mengular di banyak titik.
Banjir puluhan desa Pasuruan tercatat di berbagai kecamatan. Air meluap karena sungai tidak mampu menampung debit hujan yang tinggi. Hujan turun merata dari hulu hingga hilir sejak sore hari.
Di Kecamatan Rejoso, banjir terjadi di Desa Sadengrejo, Jarangan, dan Toyaning. Ketinggian air berkisar antara 30 cm hingga 1 meter. Warga melaporkan air mulai naik sejak dini hari.
Di Kecamatan Bangil, banjir Pasuruan melanda Desa Tambaan dan beberapa kelurahan lain. Ketinggian air mencapai 70 cm di beberapa titik. Kondisi ini mengganggu aktivitas warga.
Kecamatan Beji mengalami dampak paling parah dalam banjir puluhan desa Pasuruan. Enam desa dan kelurahan terendam. Ketinggian air mencapai hingga 110 cm di beberapa lokasi.
Di Kecamatan Winongan, banjir terjadi di sejumlah desa seperti Menyarik dan Mendalan. Genangan air mencapai sekitar 80 cm. Warga harus bertahan di tengah kondisi tersebut.
Di Kecamatan Grati, banjir melanda Desa Kedawungkulon. Sementara itu, di Kecamatan Gondangwetan, beberapa desa seperti Ranggeh dan Wonojati juga terdampak. Luapan sungai Pasuruan menjadi penyebab utama.
Di Kecamatan Kejayan, tiga desa dilaporkan tergenang. Kecamatan Kraton dan Pohjentrek juga mengalami kondisi serupa. Desa Jogorepoh di Kecamatan Pasrepan mengalami ketinggian air cukup tinggi.
Wilayah Kota Pasuruan turut terdampak banjir Pasuruan. Beberapa kelurahan seperti Tamanan, Pekuncen, dan Kebonsari terendam. Kondisi terparah terjadi di Tamanan dengan ketinggian air mencapai sepundak orang dewasa.
Dengan surutnya air, jalur pantura Pasuruan kini kembali normal. Aktivitas lalu lintas berangsur pulih meski dampak banjir puluhan desa Pasuruan masih dirasakan warga.