Beritagosip.com lahan gambut terbakar di Dumai Riau akhirnya berhasil dipadamkan setelah proses panjang yang melibatkan berbagai pihak. Kejadian Karhutla Dumai ini sempat menjadi perhatian karena luas area yang terdampak.
Kebakaran lahan Dumai terjadi di Kecamatan Dumai Timur dan Kecamatan Medang Kampai. Total lahan gambut terbakar di dua wilayah tersebut mencapai sekitar 120 hektar.
Proses pemadaman karhutla dinyatakan selesai pada Rabu, 1 April 2026. Seluruh titik api berhasil dipadamkan setelah upaya intensif dari tim gabungan di lapangan.
Petugas menyampaikan bahwa kondisi ini menjadi perkembangan positif dalam penanganan Karhutla Dumai. Seluruh titik api yang sebelumnya aktif kini sudah tidak terdeteksi lagi.
Pemadaman karhutla tidak hanya mengandalkan tenaga tim. Faktor hujan turut membantu mempercepat proses pemadaman di area lahan gambut terbakar.
Petugas mengakui bahwa tanpa hujan, proses pemadaman karhutla kemungkinan akan berlangsung lebih lama. Kondisi ini menunjukkan peran faktor alam dalam mengatasi kebakaran lahan Dumai.
Lahan yang terbakar diketahui merupakan gambut dengan kedalaman antara satu hingga tiga meter. Karakteristik ini membuat api sulit dipadamkan karena dapat menyala di bawah permukaan.
Tim gabungan yang terlibat dalam pemadaman karhutla terdiri dari berbagai unsur. TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan masyarakat peduli api ikut berpartisipasi dalam penanganan.
Sebanyak 70 personel Manggala Agni dikerahkan dalam operasi ini. Mereka berasal dari Dumai, Siak, Pekanbaru, dan Labuhanbatu untuk mempercepat pemadaman karhutla.
Selama proses berlangsung, petugas menghadapi berbagai kendala di lapangan. Angin kencang mempercepat penyebaran api di lahan gambut terbakar.
Selain itu, keterbatasan sumber air menjadi tantangan utama dalam pemadaman karhutla. Asap tebal juga mengganggu aktivitas tim di lokasi kebakaran lahan Dumai.
Api bahkan sempat mengarah ke permukiman warga dan pondok pesantren di Kelurahan Tanjung Palas. Situasi tersebut meningkatkan risiko bagi masyarakat sekitar.
Petugas berhasil mengendalikan kondisi sebelum api mencapai area pemukiman. Upaya cepat ini mencegah dampak lebih besar dari kebakaran lahan Dumai.
Operasi pemadaman karhutla berlangsung selama 14 hari tanpa henti. Proses ini dimulai tiga hari sebelum Lebaran dan berlanjut hingga sebelas hari setelahnya.
Keberhasilan ini menandai akhir dari insiden lahan gambut terbakar yang cukup luas di Dumai Riau. Penanganan Karhutla Dumai menunjukkan pentingnya kerja sama dan kesiapan menghadapi bencana serupa.