Beritagosip.com Sidang kematian Maradona kembali digelar pada Selasa (14/4) waktu setempat. Proses hukum ini menjadi lanjutan dari kasus Maradona yang melibatkan tujuh anggota tim medis. Mereka menghadapi dakwaan pembunuhan karena kelalaian dalam penanganan pasien.
Dalam kasus kematian Maradona, tujuh tenaga medis didakwa karena dianggap gagal menjalankan tugas profesional. Laporan menyebutkan bahwa unsur kelalaian menjadi dasar utama tuduhan terhadap tim medis Maradona tersebut.
Kematian Maradona terjadi pada 25 November 2020 saat usianya mencapai 60 tahun. Legenda sepak bola Argentina itu wafat ketika menjalani masa pemulihan setelah operasi otak untuk mengangkat gumpalan darah. Dalam proses tersebut, kondisi kesehatannya dilaporkan memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.
Sidang kematian Maradona berlangsung di pengadilan San Isidro, yang berada dekat Buenos Aires. Pengadilan dijadwalkan mendengarkan kesaksian hampir 100 saksi dalam upaya mengungkap fakta di balik kasus Maradona ini. Dugaan utama menyebutkan bahwa kelalaian tim medis Maradona berkontribusi pada kematiannya.
Pihak terdakwa sebelumnya telah membantah seluruh tuduhan. Tujuh orang yang didakwa terdiri dari psikiater Agustina Cosachov, ahli bedah saraf Leopoldo Luque, psikolog Carlos Angel Diaz, dokter Nancy Edith Forlini, perawat Ricardo Almiron, kepala perawat Mariano Ariel Perroni, serta dokter Pedro Pablo Di Spagna.
Satu terdakwa lain, Dahiana Madrid, tidak termasuk dalam sidang ini. Ia akan menghadapi persidangan terpisah dengan sistem juri. Jadwal sidang tersebut belum diumumkan hingga saat ini.
Sidang kematian Maradona sebelumnya sempat dimulai pada Maret lalu. Namun, proses tersebut dinyatakan batal setelah salah satu hakim, Julieta Makintach, mengundurkan diri. Keputusan itu diambil setelah muncul rekaman video yang memperlihatkan dirinya terlibat dalam pembuatan dokumenter di lingkungan pengadilan.
Pengunduran diri tersebut memicu penjadwalan ulang sidang kematian Maradona. Dalam agenda baru, jaksa dan tim pembela harus menyusun ulang strategi mereka. Sebelumnya, berbagai bukti telah dipaparkan, termasuk foto, video, rekaman suara, serta hasil analisis forensik.
Sejumlah saksi penting juga telah memberikan kesaksian dalam persidangan awal. Di antaranya adalah anak-anak Maradona dan mantan istrinya, Claudia Villafane. Keterangan mereka menjadi bagian penting dalam mengungkap kronologi kasus Maradona.
Jaksa penuntut dalam sidang sebelumnya menilai bahwa tim medis Maradona melanggar standar perawatan yang seharusnya diberikan. Tempat pemulihan Maradona bahkan disebut sebagai “teater horor” karena fasilitas dan penanganan yang dinilai tidak memadai.
Sebaliknya, pihak pembela menyatakan bahwa kematian Maradona tidak dapat dihindari. Mereka menegaskan bahwa kondisi kesehatan sang legenda sudah memburuk sejak lama. Riwayat kecanduan kokain dan alkohol disebut sebagai faktor yang memperparah keadaan.
Kasus kematian Maradona mulai diselidiki sejak 2021. Saat itu, jaksa menunjuk panel medis independen untuk melakukan evaluasi. Hasilnya menunjukkan bahwa tim medis Maradona bertindak secara tidak tepat dan kurang hati-hati dalam penanganan pasien.
Jika terbukti bersalah dalam sidang kematian Maradona ini, para terdakwa berpotensi menerima hukuman berat. Ancaman penjara yang dapat dijatuhkan berkisar antara delapan hingga 25 tahun sesuai dengan dakwaan pembunuhan karena kelalaian.