Beritagosip.com The Walt Disney Company mulai menjalankan langkah efisiensi dengan keputusan Disney PHK 1.000 karyawan di tengah tekanan industri hiburan global. Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap perubahan industri hiburan yang berlangsung cepat.
Keputusan tersebut diumumkan oleh CEO Josh D’Amaro yang menggantikan Bob Iger pada Februari lalu. Informasi ini disampaikan melalui laporan Associated Press pada Rabu (15/4).
Sebelum kebijakan ini diterapkan, restrukturisasi Disney telah dilakukan melalui penggabungan divisi pemasaran pada Januari. Langkah ini menjadi bagian dari strategi efisiensi perusahaan Disney dalam merampingkan struktur internal.
Pemangkasan tenaga kerja diperkirakan menyasar berbagai lini bisnis. Area yang terdampak mencakup televisi tradisional seperti ESPN, studio film, hingga divisi produk, teknologi, serta fungsi korporasi lainnya.
Dalam memo internal kepada karyawan, D’Amaro menjelaskan bahwa efisiensi perusahaan Disney difokuskan pada penyederhanaan operasional. Upaya ini dilakukan agar perusahaan tetap mampu menghadirkan kreativitas dan inovasi sesuai ekspektasi penggemar.
Ia juga menekankan bahwa perubahan industri hiburan menuntut adaptasi berkelanjutan. Perusahaan perlu menyesuaikan strategi, termasuk dalam pengelolaan sumber daya manusia agar tetap relevan di masa depan.
Disney PHK 1.000 karyawan bukan menjadi langkah pertama dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2022, perusahaan telah memangkas sekitar 8.000 pekerja setelah Bob Iger kembali menjabat sebagai CEO.
Hingga akhir 2025, perusahaan tercatat memiliki sekitar 230 ribu karyawan di seluruh dunia. Jumlah tersebut menunjukkan skala besar operasional Disney dalam industri hiburan global.
Tekanan yang dihadapi tidak hanya dialami Disney. Industri hiburan global secara luas juga mengalami gelombang efisiensi akibat perubahan pola konsumsi konten dan percepatan transformasi digital.
Sejumlah perusahaan lain turut melakukan langkah serupa. Paramount Skydance memangkas sekitar 2.000 pekerjaan setelah proses akuisisi oleh perusahaan milik David Ellison. Selain itu, Sony Pictures Entertainment juga mengumumkan rencana pengurangan ratusan karyawan.
Kondisi ini menegaskan bahwa perubahan industri hiburan memaksa perusahaan untuk beradaptasi. Strategi efisiensi menjadi langkah yang diambil guna menjaga keberlanjutan bisnis di tengah dinamika pasar yang terus berubah.