Beritagosip.com – PT Pertamina Gas (Pertagas) selaku Subholding Gas PT Pertamina (Persero) resmi ditetapkan sebagai operator Pipa Transmisi Gas Bumi Ruas Batang-Cirebon-Kandang Haur Timur (Cisem II) pada April 2026. Penetapan ini terjadi setelah perusahaan memenangkan tender pemilihan mitra yang digelar Kementerian ESDM RI melalui LEMIGAS.
Pipa tersebut menjadi bagian dari Pipa Transmisi Cirebon-Semarang (Cisem). Pada tahap sebelumnya, ruas Semarang-Batang atau Cisem I telah lebih dulu beroperasi.
Direktur Utama Pertagas, Indra P. Sembiring, menyatakan Pertagas memiliki pengalaman sebagai operator Pipa Cisem I sejak 2023. Karena itu, perusahaan siap mengoperasikan seluruh jaringan pipa untuk menyalurkan gas ke berbagai sektor pengguna gas bumi nasional.
“Ketersediaan infrastruktur gas yang terintegrasi dan andal menjadi kunci mempercepat transisi energi nasional menggunakan gas bumi. Energi yang disalurkan melalui pipa Cisem akan menjawab kebutuhan industri dan berbagai sektor lainnya terhadap energi bersih,” ujar Indra dalam keterangannya, Kamis (7/8).
Menurut Indra, Pertagas resmi jadi operator Cisem II dalam proyek yang masuk kategori Proyek Strategis Nasional (PSN). Proyek ini mengintegrasikan infrastruktur pipa gas bumi di Indonesia. Lokasi sumur gas bumi yang berbeda dengan pasar utama pengguna kini sudah terhubung melalui Pipa Transmisi Cirebon-Semarang dan Pipa Transmisi Gresik-Semarang.
Ia menjelaskan Pipa Cisem II sepanjang sekitar 242 kilometer menjadi game changer karena tersambung dengan infrastruktur eksisting Pertagas di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Kondisi tersebut akan memperkuat keandalan penyaluran energi pada infrastruktur energi di Pulau Jawa.
Direktur Teknik dan Operasi Pertagas, Agung Indri Pramantyo, menambahkan jaringan Pipa Cisem II kini telah terintegrasi dengan Ruas Pipa Cisem I di Kawasan Industri Batang (KITB), Jawa Tengah. Pertagas mengoperasikan wilayah tersebut bersama Stasiun Kandang Haur Timur (KHT), Operation West Java Area.
“Integrasi ini membentuk sistem jaringan pipa yang terintegrasi serta memberikan fleksibilitas pengoperasian dan keandalan infrastruktur gas bumi, khususnya yang kami operasikan,” kata Agung.
Agung juga menyebut terintegrasinya Pipa Cisem II dengan infrastruktur transmisi gas bumi nasional milik Subholding Gas tidak hanya memperkuat pasokan energi untuk sektor strategis seperti kilang, pupuk, dan pembangkit listrik. Langkah ini juga mendukung program pemerintah dalam pengembangan gas untuk rumah tangga dan UMKM di sepanjang jalur pipa.
“Upaya ini diharapkan memperluas akses energi dan memperkuat ketahanan energi nasional,” pungkas Agung.