Beritagosip.com Kasus dugaan pembakaran terhadap tiga santri di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi sorotan publik setelah videonya viral di media sosial.
Peristiwa tersebut mencuat setelah sebuah video yang diunggah melalui akun Facebook bernama @Tiara Erna BenKinara Cahya beredar luas dan menarik perhatian warganet.
Dalam video tersebut, seorang korban terlihat menangis kesakitan sambil memperlihatkan sejumlah luka bakar pada tubuhnya. Korban saat itu tengah menjalani perawatan di rumah sakit dengan beberapa bagian tubuh telah dibalut perban.
Suara anggota keluarga juga terdengar berusaha menenangkan korban yang mengeluhkan rasa sakit pada bagian badan dan kakinya. Unggahan tersebut telah ditonton puluhan ribu kali serta mendapat ratusan komentar dan dibagikan oleh banyak pengguna media sosial.
Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram, Joko Jumadi, membenarkan adanya kasus pembakaran santri tersebut. Menurutnya, kejadian itu sebenarnya terjadi pada November 2025, namun baru menjadi perhatian luas setelah video korban beredar di media sosial.
“Kasus di pondok pesantren ini kejadiannya November 2025. Saya baru mengetahui setelah videonya beredar sekarang,” ujar Joko pada Rabu (3/6).
Berdasarkan informasi awal yang diterimanya, terdapat tiga santri yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Mereka diduga disiram menggunakan bahan bakar sebelum dibakar oleh sesama santri.
Akibat kejadian itu, dua korban mengalami luka bakar serius. Sementara itu, satu korban lainnya dilaporkan meninggal dunia.
“Ada tiga korban. Dua mengalami luka bakar dan satu meninggal dunia,” kata Joko.
Setelah menerima informasi yang beredar di media sosial, pihak LPA Kota Mataram langsung melakukan penelusuran untuk mengumpulkan data dan fakta terkait kejadian tersebut.
“Tadi ramai di Facebook terkait adanya anak yang diduga dibakar oleh temannya sesama santri. Karena itu kami langsung melakukan penelusuran,” lanjutnya.
Hingga saat ini, pihak LPA masih mendalami identitas korban, latar belakang kejadian, serta kronologi lengkap yang menyebabkan peristiwa tragis tersebut terjadi.
Joko juga menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan kepolisian guna memperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai penanganan perkara tersebut.
“Masih kami dalami, termasuk terkait kelas korban dan kronologi lengkapnya. Kami juga masih berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” tegasnya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Lombok Tengah, AKP Punguan Hutahaean, mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah mulai mengusut dugaan kasus pembakaran santri tersebut.
Menurutnya, laporan resmi dari orang tua korban baru diterima pada Senin (2/6). Pihak pelapor juga dijadwalkan hadir di Polres untuk memberikan keterangan tambahan terkait kejadian yang dilaporkan.
“Informasi baru kami terima hari ini, dan orang tua korban juga akan melaporkan hari ini,” ujar Punguan saat dihubungi melalui WhatsApp, Rabu (3/6).
Setelah menerima laporan tersebut, penyidik langsung mengambil langkah awal dengan memeriksa sejumlah saksi yang diduga mengetahui peristiwa itu.
“Mulai hari ini kami melakukan pemeriksaan saksi dan tindakan penyelidikan lainnya,” katanya.
Kasus pembakaran santri ini kini menjadi perhatian berbagai pihak. Aparat kepolisian bersama lembaga perlindungan anak masih terus mendalami seluruh fakta yang ada untuk mengungkap secara jelas dugaan tindak kekerasan yang menyebabkan tiga santri dibakar, termasuk penyebab pasti dan pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Focus keyphrase santri diduga dibakar teman juga menjadi sorotan publik seiring berkembangnya penyelidikan yang sedang berlangsung. Selain itu, kasus pembakaran santri di Lombok Tengah diharapkan dapat segera menemukan titik terang melalui proses hukum yang dilakukan pihak berwenang.