Beritagosip.com – Artemis II meninggalkan jejak tak terduga. Peluncuran misi NASA pada April 2026 mengganggu ionosfer Bumi dan memicu kesalahan penentuan posisi GPS sementara di beberapa lokasi.
Peneliti National Cheng Kung University Taiwan menganalisis data receiver GPS presisi tinggi dan merekonstruksi bagaimana lintasan roket SLS mengubah konsentrasi elektron bebas di ionosfer. Hasilnya, terbit di Geophysical Research Letters, menunjukkan gangguan yang jauh lebih besar dari peluncuran roket mana pun — diperkirakan sepuluh kali lebih intens dari Starship SpaceX yang daya dorongnya dua kali lebih kuat.
“Kesalahan penentuan posisi beberapa meter saja sudah cukup untuk menyebabkan mobil self-driving berpindah jalur. Hal ini dapat berdampak besar tidak hanya pada mobil self-driving tetapi juga pada drone,” kata salah satu peneliti Charles Lin, dikutip Space, Kamis (5/11).
Dua Lubang di Ionosfer
Para peneliti mengamati dua lubang ionosfer: satu dari core stage SLS sepanjang 65 meter, satu lagi dari dua pembakaran pendorong upper stage pada ketinggian 185 km — membentang 5.000 km melintasi Amerika. Pembakaran itulah yang melepaskan Orion dari gravitasi menuju Bulan.
Berbeda dengan badai Matahari yang mengganggu GPS berhari-hari, gangguan roket bersifat sementara. Namun:
“Peluncuran roket dari darat ke luar angkasa menghasilkan efek semacam itu, tetapi kami belum pernah melihat manuver orbit semacam ini dalam misi antarplanet,” kata Lin. “Di masa depan, seiring dengan semakin banyaknya misi ke bulan dan Mars, efek cuaca luar angkasa ini akan menjadi jauh lebih signifikan,” tambahnya.