Beritagosip.com Pemerintah Indonesia memastikan kesiapan dalam memfasilitasi investasi AS di hilirisasi nikel setelah tercapainya kesepakatan dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat. Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 19 Februari 2026. Fokus utama dari kerja sama ini diarahkan pada sektor mineral kritis strategis.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa nikel menjadi prioritas dalam kerja sama bilateral tersebut. Selain nikel, ruang investasi juga dibuka untuk logam tanah jarang serta tembaga. Ketiga komoditas itu dinilai memiliki peran penting dalam rantai pasok industri global yang terus berkembang.
Bahlil menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan jangka waktu sekitar 90 hari untuk menindaklanjuti rencana investasi Amerika Serikat di sektor tersebut. Dalam periode itu, kementerian teknis akan menyiapkan berbagai skema pendukung agar investasi dapat berjalan optimal. Arah utama investasi Amerika Serikat di nikel difokuskan pada pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian di dalam negeri.
Investasi AS di hilirisasi nikel tidak diarahkan pada penambangan semata. Pemerintah menegaskan bahwa proses hilirisasi menjadi syarat utama agar nilai tambah mineral dapat dinikmati di dalam negeri. Dengan pendekatan tersebut, Indonesia berupaya memastikan manfaat ekonomi jangka panjang dari sumber daya alam yang dimiliki.
Menurut Bahlil, hilirisasi nikel Indonesia menjadi contoh model investasi yang akan diterapkan pada komoditas mineral lainnya. Pemerintah membuka kerja sama dengan berbagai pihak, namun tetap menempatkan kepentingan nasional sebagai prioritas. Pengolahan di dalam negeri diposisikan sebagai fondasi utama dalam setiap investasi mineral kritis.
Kerja sama mineral kritis ini juga dipandang sebagai respons terhadap dinamika pasar global. Indonesia memilih untuk tidak menutup diri, tetapi tetap selektif dalam menerima investasi asing. Dengan cara tersebut, investasi Amerika Serikat di nikel diharapkan mampu memperkuat struktur industri nasional.
Selain sektor mineral, kesepakatan dagang Indonesia AS juga mencakup kerja sama di bidang energi. Pemerintah tengah menghitung skema mandatori pencampuran etanol yang ditargetkan mulai berjalan pada 2028. Target pencampuran etanol tersebut berada pada kisaran 5 hingga 10 persen.
Kebijakan mandatori etanol dinilai memberikan keuntungan ekonomi bagi Indonesia. Impor etanol dari Amerika Serikat akan dikenakan tarif nol persen, sehingga harga bahan baku menjadi lebih kompetitif. Kondisi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri nasional dalam jangka menengah.
Terkait impor energi yang nilainya disebut mencapai 15 miliar dolar AS, pemerintah menyatakan masih akan melakukan perhitungan menyeluruh. Penugasan impor nantinya akan diberikan kepada PT Pertamina Persero setelah skema ekonomi dinilai menguntungkan kedua negara. Pemerintah menekankan pentingnya efisiensi dan manfaat timbal balik dalam kebijakan tersebut.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, memastikan bahwa mekanisme impor energi tetap dijalankan melalui tender terbuka. Diversifikasi sumber pasokan juga akan tetap dijaga agar ketahanan energi nasional tidak terganggu. Pendekatan ini dipandang sejalan dengan prinsip tata kelola yang transparan.
Pemerintah berharap seluruh proses kerja sama, termasuk investasi AS di hilirisasi nikel, dapat berjalan sesuai rencana. Manfaat ekonomi diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Indonesia. Di sisi lain, kerja sama ini juga diharapkan memperkuat hubungan strategis dengan Amerika Serikat.
Sekretaris Kabinet menyebut bahwa kerja sama mineral dan energi menjadi bagian penting dalam pembahasan bilateral kedua presiden. Ia juga menyinggung tarif perdagangan yang saat ini berada pada level 19 persen. Pemerintah melihat adanya peluang perbaikan tarif di masa mendatang.
Tindak lanjut teknis investasi Amerika Serikat di nikel akan segera dibahas oleh kementerian dan badan usaha terkait. Pemerintah menargetkan agar proses pembahasan tersebut dapat berjalan cepat dan terukur. Dengan demikian, hilirisasi nikel Indonesia diharapkan segera memasuki tahap realisasi konkret.