Beritagosip.com Longsor TPST Bantargebang di Kota Bekasi mencatat total 13 korban dalam insiden runtuhnya gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu tersebut.
Data korban berasal dari laporan petugas lapangan serta keterangan saksi dan keluarga korban. Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menyampaikan jumlah tersebut kepada media pada Senin (9/3/2026).
Dalam peristiwa longsor gunungan sampah Bantargebang itu, enam orang berhasil selamat. Enam korban lainnya meninggal dunia. Satu orang masih berada dalam proses pencarian oleh tim gabungan hingga Senin malam.
Korban selamat dalam insiden longsor TPST Bantargebang terdiri dari Budiman, Johan, Safifudin, Slamet, Ato, dan Dofir.
Sementara itu, enam korban longsor Bantargebang meninggal dunia setelah tertimbun longsoran sampah. Empat korban ditemukan pada Minggu (8/3/2026). Dua korban lain ditemukan pada Senin (9/3/2026).
Daftar korban meninggal dunia meliputi:
Enda Widayanti (25), pemilik warung
Sumini (60), pemilik warung
Dedi Sutrisno (Karawang), sopir truk
Irwan Supriatin, sopir truk
Jussova Situmorang
Hardianto
Satu korban longsor Bantargebang lain bernama Riki Supiadi (40) alias Buyung masih dalam proses pencarian korban TPST Bantargebang oleh tim gabungan.
Desiana menyebut pendataan korban masih terus berlangsung. Informasi tambahan berasal dari saksi dan keluarga yang kehilangan anggota keluarganya.
Tim gabungan kembali menemukan satu jenazah pada Senin sore dalam area longsor gunungan sampah Bantargebang. Korban berada di bawah timbunan sampah dekat gorong-gorong.
Petugas menemukan korban sekitar pukul 17.50 WIB. Proses evakuasi selesai sekitar pukul 18.30 WIB.
Korban tersebut teridentifikasi sebagai Hardianto. Setelah evakuasi, tim membawa jenazah menuju RS Polri Kramat Jati.
Lokasi temuan korban diduga merupakan titik yang sering digunakan warga untuk berkumpul. Informasi lapangan menunjukkan adanya warung di sekitar area tersebut.
Selain fokus pada pencarian korban TPST Bantargebang, tim SAR juga memeriksa kendaraan yang sebelumnya diduga tertimbun longsoran.
Seluruh truk yang berada di lokasi sudah ditemukan. Tim penyelamat kini memusatkan upaya pada pencarian satu korban yang masih hilang.
Kondisi cuaca tidak menghambat operasi pencarian dalam insiden longsor Bantargebang Bekasi ini. Namun medan lokasi menimbulkan risiko kesehatan bagi petugas penyelamat.
Timbunan sampah menghasilkan lingkungan yang berbahaya bagi tim rescue. Karena itu petugas mengandalkan alat berat untuk membuka lapisan sampah.
Ekskavator digunakan untuk mempercepat proses pencarian korban TPST Bantargebang. Petugas juga memakai masker saat memasuki area yang berisiko.
Insiden longsor TPST Bantargebang terjadi pada Minggu (8/3/2026) sore. Runtuhan gunungan sampah bahkan sempat terekam dalam beberapa video yang beredar di media sosial.
Anggota Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi, Eko Uban, menjelaskan kejadian berlangsung secara tiba-tiba.
Saat itu sejumlah truk sampah sedang antre untuk membuang muatan sekitar pukul 14.30 WIB. Tumpukan sampah kemudian runtuh dan menimbun para sopir yang sedang menunggu giliran.
Longsor gunungan sampah Bantargebang tersebut langsung memicu operasi penyelamatan besar oleh tim gabungan. Pencarian korban longsor Bantargebang hingga kini masih berlanjut untuk menemukan satu korban yang belum ditemukan.