Beritagosip.com – Sebanyak tujuh pelatih kehilangan pekerjaannya setelah Piala Dunia 2026. Mayoritas harus meninggalkan jabatan akibat kegagalan membawa tim masing-masing memenuhi target di turnamen tersebut.
Ajang sepak bola terbesar dunia kini memasuki babak 32 besar. Namun, tujuh negara telah berpisah dengan pelatihnya, baik karena mengundurkan diri, dipecat, maupun kontraknya berakhir setelah turnamen.
Sebagian besar keputusan itu dipicu hasil buruk selama Piala Dunia 2026. Bahkan, ada pelatih yang langsung dipecat usai timnya menelan kekalahan pada pertandingan perdana.
Situasi tersebut menunjukkan bahwa kegagalan di level tertinggi sepak bola internasional dapat berujung pada konsekuensi besar. Federasi maupun pelatih akhirnya mengambil keputusan demi mempersiapkan masa depan tim.
1. Sabri Lamouchi (Tunisia)
Kabar mengejutkan datang dari Timnas Tunisia yang memecat Sabri Lamouchi setelah pertandingan pertama di Piala Dunia 2026.
Tunisia menelan kekalahan telak 1-5 dari Swedia pada laga pembuka Grup F. Hasil itu membuat federasi segera mengambil langkah dengan memberhentikan Lamouchi.
Sebagai pengganti, federasi menunjuk Herve Renard. Namun, pergantian tersebut tetap gagal membawa Tunisia melangkah lebih jauh.
2. Miroslav Koubek (Republik Ceko)
Miroslav Koubek memutuskan mundur dari kursi pelatih Timnas Republik Ceko setelah gagal membawa timnya meraih kemenangan di Piala Dunia 2026.
Pelatih berusia 74 tahun itu melihat timnya hanya mampu meraih satu hasil imbang dan dua kekalahan di Grup A.
Hasil tersebut membuat Republik Ceko langsung tersingkir dari babak penyisihan dan Koubek mengakhiri masa tugasnya.
3. Hong Myung Bo (Korea Selatan)
Hong Myung Bo memilih mengundurkan diri setelah Korea Selatan gagal memenuhi harapan di Piala Dunia 2026.
Keputusannya juga dipengaruhi tekanan besar dari publik. Berbagai kritik bermunculan, termasuk aksi boikot terhadap kehadirannya di sejumlah tempat.
Bahkan, muncul ancaman pembunuhan yang semakin memperburuk situasi bagi mantan kapten Timnas Korea Selatan tersebut.
4. Steve Clarke (Skotlandia)
Steve Clarke melepas jabatannya sebagai pelatih Skotlandia setelah tim gagal lolos ke babak 32 besar.
Skotlandia mencatat satu kemenangan dan dua kekalahan pada fase grup. Perolehan itu tidak cukup membawa mereka lolos melalui jalur peringkat ketiga terbaik.
Meski masih memiliki kontrak jangka panjang, Clarke memilih bertanggung jawab atas hasil tersebut dengan mengundurkan diri.
5. Marcelo Bielsa (Uruguay)
Marcelo Bielsa juga mengakhiri masa baktinya bersama Uruguay setelah kegagalan di Piala Dunia 2026.
Sebelum mundur, Bielsa sempat meluapkan kekecewaannya dalam konferensi pers panjang setelah kembali ke Uruguay. Ia mengungkapkan para pemain sudah tidak lagi memedulikan arahannya.
Uruguay hanya mengumpulkan dua poin dari dua hasil imbang dan satu kekalahan di babak penyisihan.
6. Sebastian Beccacece (Ekuador)
Sebastian Beccacece memutuskan mundur setelah Ekuador tersingkir pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Ekuador harus mengakui keunggulan tuan rumah Meksiko dengan skor 0-2 pada fase gugur.
Pelatih asal Argentina itu telah menangani Ekuador sejak Agustus 2024 dan berperan penting membawa tim lolos ke Piala Dunia 2026.
7. Ronald Koeman (Belanda)
Ronald Koeman menjadi nama terbaru dalam daftar pelatih menganggur usai Piala Dunia 2026.
Ia resmi berpisah dengan Timnas Belanda setelah kalah dari Maroko melalui adu penalti. Hasil tersebut dinilai lebih buruk dibanding pencapaian Belanda di Piala Dunia 2022 yang terhenti di babak perempat final.
Setelah kepergian Koeman, sejumlah kandidat pelatih baru mulai dikaitkan dengan kursi pelatih Timnas Belanda.