Beritagosip.com – Sulit tidur membuat sebagian orang mencoba berbagai cara agar dapat beristirahat lebih nyenyak. Salah satu yang belakangan kerap dikaitkan dengan kualitas tidur adalah magnesium.
Mineral ini disebut dapat membantu tubuh lebih rileks dan mendukung kerja sistem saraf yang mengatur tidur. Sejumlah penelitian memang menemukan potensi tersebut, namun seberapa efektif magnesium membantu tidur?
Magnesium merupakan mineral yang terlibat dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk kerja saraf dan otot. Kaitannya dengan tidur cukup kompleks karena mineral ini ikut berperan dalam sejumlah mekanisme yang membantu tubuh beristirahat.
Penelitian dari Nature and Science of Sleep menunjukkan magnesium dapat membantu menurunkan aktivitas berlebihan pada sistem saraf. Mineral ini mendukung relaksasi otot dan berkaitan dengan ritme sirkadian atau jam biologis yang mengatur siklus tidur dan bangun.
Salah satu cara kerja magnesium berkaitan dengan GABA, yakni zat kimia di otak yang membantu menenangkan aktivitas saraf. Magnesium mengurangi aktivitas berlebihan di otak yang membuat tubuh sulit rileks menjelang tidur.
Magnesium turut dikaitkan dengan produksi melatonin, hormon yang membantu mengatur waktu tidur dan bangun. Mineral ini juga diduga berperan dalam menurunkan kortisol atau hormon stres sehingga tubuh lebih mudah rileks sebelum istirahat.
Meski memiliki sejumlah mekanisme yang mendukung tidur, mengonsumsi magnesium bukan berarti seseorang otomatis terbebas dari insomnia.
Dalam studi yang diterbitkan di jurnal yang sama, peneliti melibatkan 155 orang dewasa berusia 18-65 tahun dengan kualitas tidur buruk. Peserta dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok yang mengonsumsi magnesium bisglycinate dan kelompok plasebo.
Kelompok magnesium menerima suplemen yang mengandung 250 miligram magnesium setiap hari. Suplemen diminum 30-60 menit sebelum tidur selama empat minggu.
Hasilnya, kelompok yang mengonsumsi magnesium mengalami penurunan skor Insomnia Severity Index lebih besar dibanding kelompok plasebo. Meski demikian, peneliti menyebut efek yang ditemukan tergolong kecil dalam manfaatnya.
Manfaat juga terlihat lebih besar pada peserta yang sejak awal memiliki asupan magnesium lebih rendah. Temuan tersebut menunjukkan magnesium berpotensi membantu sebagian orang dengan kualitas tidur buruk.
Penelitian ini masih mengukur kualitas tidur berdasarkan laporan peserta, bukan melalui pemeriksaan tidur secara langsung. Hal ini menjadi keterbatasan dalam menentukan efektivitas yang sebenarnya.
Apakah magnesium baik untuk tidur? Jawabannya bisa membantu, tetapi bukan untuk semua orang. Magnesium lebih tepat dipahami sebagai mineral yang mendukung proses tidur, bukan obat insomnia yang pasti membuat seseorang langsung terlelap.
Manfaatnya mungkin lebih terasa pada orang yang memiliki asupan magnesium rendah atau kualitas tidur buruk. Sebaliknya, jika gangguan tidur disebabkan kondisi lain seperti sleep apnea, stres kronis, kecemasan berat, atau depresi maka asupan magnesium saja kemungkinan tidak cukup.
Konsumsi kafein berlebihan dan pola tidur yang berantakan juga dapat menghambat efektivitas magnesium. Magnesium mungkin membantu tubuh lebih siap untuk beristirahat, namun mineral ini bukan jalan pintas untuk tidur nyenyak, terutama jika penyebab utama gangguan tidur belum ditangani.