Beritagosip.com Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan harga pangan tetap stabil meskipun sejumlah pedagang mudik ke kampung halaman menjelang Lebaran.
Pernyataan tersebut disampaikan saat meninjau kondisi harga bahan pokok di Pasar Rawasari, Jakarta Pusat, pada H-5 Lebaran, Senin (16/3/2026).
Ia menjelaskan sebagian pedagang memang telah pulang ke daerah asal. Meski demikian, harga pangan tetap stabil dan tidak mengalami gangguan berarti di pasar tradisional.
“Ya tapi ada yang mudik tapi ternyata harganya masih stabil. Artinya tidak terganggu ya dengan kurangnya pedagang,” ujar Budi Santoso.
Ia menegaskan kondisi tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan masih berjalan normal. Menurutnya, pasokan pangan aman dan harga bahan pokok tetap berada pada kondisi wajar.
“Jadi tetap harga normal pasokan aman ya gitu ya,” katanya.
Budi Santoso mengakui masyarakat terlihat antusias berbelanja kebutuhan menjelang hari raya. Situasi tersebut biasanya terjadi ketika banyak keluarga menyiapkan kebutuhan menjelang Lebaran.
Meski aktivitas belanja meningkat, pemerintah memastikan harga pangan tetap stabil di sejumlah pasar. Pemerintah juga meminta masyarakat tidak khawatir terhadap ketersediaan kebutuhan pokok.
“Karena kemarin kami ngecek di pasar lain sebagian pedagang sudah pulang (mudik) tetapi harga tetap normal, tetap stabil,” kata Budi Santoso.
Politikus Partai Amanat Nasional itu menyebut hasil peninjauan di Pasar Rawasari menunjukkan harga bahan pokok masih terkendali. Sejumlah komoditas penting bahkan masih berada dalam batas yang ditetapkan pemerintah.
Harga ayam, bawang merah, hingga minyak goreng merek MinyaKita masih berada di kisaran yang diatur melalui Harga Eceran Tertinggi atau Harga Acuan Penjualan.
Sebagai contoh, harga cabai merah keriting tercatat sekitar Rp45.000 per kilogram. Angka tersebut masih berada di bawah Harga Acuan Penjualan sebesar Rp55.000 per kilogram.
Komoditas bawang merah juga berada dalam kondisi serupa. Harga jualnya sekitar Rp40.000 per kilogram, sedangkan HAP tercatat Rp41.500.
Sementara itu, harga daging sapi berada pada kisaran Rp140.000 hingga Rp150.000 per kilogram di pasar tersebut.
“Jadi mungkin jenisnya beda-beda ya, jenis dagingnya beda-beda,” ujar Budi Santoso.
Ia menjelaskan Kementerian Perdagangan terus memantau kondisi harga bahan pokok melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok atau SP2KP.
Melalui sistem tersebut, pemerintah memonitor perkembangan harga di berbagai wilayah setiap hari. Pemantauan dilakukan pada sekitar 550 titik pasar yang tersebar di berbagai daerah.
Selain pemantauan melalui sistem, pemerintah juga melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Langkah tersebut bertujuan memastikan harga bahan pokok tetap terkendali.
Menurut Budi Santoso, kehadiran pemerintah di pasar juga memberi pengaruh psikologis terhadap pedagang. Kondisi tersebut dapat mendorong pedagang menjaga harga agar tidak melampaui batas yang ditetapkan.
“Sebenarnya dengan pengecekan ke pasar itu secara psikologis bisa mempengaruhi pedagang untuk tidak menjual mahal atau tidak menjual di atas HET,” katanya.
Sementara itu, salah satu pedagang di Pasar Rawasari bernama Samsul Bahari menyebut ada komoditas yang mengalami kenaikan harga menjelang Lebaran.
Komoditas tersebut adalah cabai rawit. Harga cabai rawit saat ini mencapai sekitar Rp130.000 per kilogram.
Menurut Samsul, harga cabai rawit sebelumnya berada di sekitar Rp100.000 per kilogram pada bulan lalu. Namun menjelang Lebaran terjadi kenaikan sekitar Rp30.000 sehingga mencapai Rp130.000 per kilogram.
“Sebelumnya Rp100.000 bulan lalu, sampai mau lebaran naik lagi Rp30.000 jadi Rp130.000,” kata Samsul.
Ia menjelaskan pasokan cabai rawit sebenarnya masih tersedia. Namun harga pembelian dari tingkat pemasok sudah cukup tinggi.
Samsul memperkirakan kondisi tersebut berkaitan dengan situasi produksi di tingkat petani. Faktor cuaca seperti musim kemarau atau curah hujan berlebih dapat memengaruhi hasil panen cabai rawit.
“Mungkin dari sananya ya, petaninya dia kekurangan, musim kemarau, atau hujan berlebih,” ujar Samsul.