Beritagosip.com – Kartu Pokémon bernilai tinggi kini menjadi incaran pelaku kejahatan di berbagai negara. Nilai jual yang terus meningkat membuat barang koleksi ini berubah menjadi target perampokan yang menggiurkan.
Dua pelaku kejahatan berhasil membobol sebuah toko di Graham, Washington, Amerika Serikat. Dalam waktu kurang dari dua menit, mereka membawa kabur barang dagangan senilai hampir US$10 ribu atau sekitar Rp169 juta.
Toko tersebut merupakan milik Andrew Engelbeck, bernama Next Level the Gamers Den. Insiden ini bukan yang pertama kali terjadi. Kartu Pokémon kembali menjadi target utama dalam aksi pencurian yang berulang, sementara pelaku belum berhasil ditangkap hingga saat ini.
Engelbeck menyebut bahwa tokonya sempat berjalan lancar selama tiga tahun sejak dibuka pada 2018. Situasi mulai berubah ketika pasar barang koleksi mengalami lonjakan signifikan, terutama setelah pandemi.
Sejak saat itu, pasar kartu Pokémon mengalami pertumbuhan pesat. Bersamaan dengan itu, kasus perampokan kartu Pokémon bernilai tinggi juga meningkat di berbagai wilayah dunia.
Dalam tahun ini saja, sejumlah toko koleksi di Las Vegas, New York, Vancouver di Kanada, hingga Nottingham di Inggris dilaporkan menjadi sasaran. Total kerugian dari pencurian kartu Pokémon diperkirakan telah melampaui US$500 ribu.
Seorang aparat kepolisian di Abbotsford, British Columbia, menyatakan bahwa tren perampokan kartu Pokémon mulai terlihat jelas. Fenomena ini dianggap sebagai ancaman baru seiring meningkatnya nilai kartu koleksi tersebut.
Nilai kartu Pokémon diketahui meningkat lebih dari dua kali lipat dalam setahun terakhir. Kondisi ini menjadikannya aset yang mudah dicuri sekaligus cepat dijual kembali.
Popularitas kartu Pokémon tidak hanya terbatas pada anak-anak, tetapi juga menarik minat kalangan dewasa. Seorang influencer asal Amerika Serikat, Logan Paul, bahkan pernah menjual kartu langka Pikachu dengan harga mencapai US$16,5 juta.
CEO Certified Trading Card Association, Nick Jarman, menjelaskan bahwa kartu Pokémon sangat mudah dibawa dan memiliki nilai tinggi dalam jumlah kecil. Hal ini membuatnya praktis untuk dicuri dan disembunyikan.
Selain itu, proses penjualan kembali berlangsung cepat karena tingginya likuiditas di pasar kartu koleksi.
Kasus pencurian tidak hanya terjadi di toko. Seorang kreator konten Pokémon bernama PokeDean juga mengalami kejadian serupa. Rumahnya ditemukan dalam kondisi berantakan setelah ditinggal beberapa hari.
Saat kembali, ia mendapati rak kosong dan barang-barang berserakan. Namun, perangkat elektronik seperti laptop dan konsol gim tidak disentuh. Satu-satunya barang yang hilang adalah koleksi kartu Pokémon miliknya yang paling berharga.
Ia mengingatkan para kolektor untuk meningkatkan keamanan penyimpanan kartu Pokémon mereka. Popularitas yang tinggi membuat kartu tersebut semakin rentan menjadi target kejahatan.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kartu Pokémon bernilai tinggi tidak lagi sekadar hobi, melainkan telah menjadi aset yang menarik perhatian pelaku kriminal di berbagai belahan dunia.