Beritagosip.com Nissan tutup pabrik PHK Eropa dengan rencana penutupan salah satu jalur produksi di Sunderland, Inggris. Langkah ini menjadi bagian dari strategi restrukturisasi perusahaan.
Nissan akan mengurangi sekitar 10 persen tenaga kerja di Eropa. Kebijakan ini diambil untuk mengatasi tekanan finansial yang terus meningkat.
Pabrik Sunderland memproduksi beberapa model utama. Model tersebut mencakup Leaf, Juke, dan Qashqai dalam satu jalur produksi.
Autocar melaporkan bahwa tidak semua pekerja akan terkena PHK langsung. Namun, sejumlah posisi di Inggris berpotensi dihapus.
Secara total, Nissan berencana memangkas sekitar 900 karyawan di wilayah Eropa. Jumlah ini mencerminkan skala penyesuaian operasional.
Produksi di pabrik Sunderland mengalami penurunan signifikan. Tahun lalu, pabrik tersebut menghasilkan 273.174 unit kendaraan.
Angka itu jauh di bawah kapasitas puncak sebelumnya. Produksi pernah melampaui setengah juta unit dalam satu tahun.
Nissan menyatakan langkah ini bertujuan memperkuat bisnis. Perusahaan ingin menjadi lebih ramping dan responsif terhadap pasar.
Selain itu, peninjauan dilakukan pada fasilitas lain. Gudang suku cadang di Barcelona termasuk dalam evaluasi.
Nissan juga mempertimbangkan model importir di kawasan Nordik. Strategi ini diharapkan meningkatkan efisiensi distribusi.
Perusahaan membuka peluang bagi pihak lain. Lini produksi yang ditutup di Sunderland dapat diambil alih.
Produsen China seperti Chery dan Dongfeng dikabarkan tertarik. Minat ini menunjukkan dinamika baru di industri otomotif global.
Penutupan jalur produksi diperkirakan terjadi pada paruh kedua tahun ini. Jalur lain akan beroperasi dalam tiga shift.
Langkah tersebut bertujuan menjaga kapasitas produksi tetap stabil. Perusahaan berusaha menyeimbangkan output yang hilang.
Persaingan di pasar Eropa semakin ketat. Produsen Jepang, termasuk Nissan, menghadapi tekanan dari merek China.
Pangsa pasar Nissan di Inggris turun menjadi 3,7 persen. Sebelumnya, angka itu mencapai 5,6 persen pada 2016.
Beberapa merek China mencatat pertumbuhan pesat. Chery, Jaecoo, dan Omoda menunjukkan performa kuat.
MG juga melampaui Nissan dalam pangsa pasar. BYD berada tidak jauh di belakang dalam persaingan tersebut.
Nissan tetap menjadi pemain besar di Inggris. Perusahaan mempekerjakan sekitar 6.000 pekerja di Sunderland.
Secara global, Nissan melakukan efisiensi besar. Tujuh pabrik telah ditutup dalam beberapa waktu terakhir.
Langkah ini dipimpin oleh CEO Ivan Espinosa. Fokus utama adalah memulihkan kondisi keuangan perusahaan.
Kerugian mencapai £3,8 miliar pada tahun fiskal terakhir. Kondisi ini mendorong percepatan restrukturisasi.
Selain persaingan, faktor eksternal juga berpengaruh. Tarif impor ke Amerika Serikat turut menekan kinerja perusahaan.
Nissan tutup pabrik PHK Eropa menjadi sinyal perubahan besar. Industri otomotif global kini memasuki fase persaingan baru.