Beritagosip.com Pemerintah mengungkap sumber gaji manajer Kopdes Merah Putih yang sempat menjadi perhatian publik. Pembayaran untuk sekitar 30 ribu manajer disiapkan melalui skema sementara dari anggaran yang telah tersedia.
Sumber gaji manajer Kopdes Merah Putih untuk tahap awal berasal dari sisa anggaran program yang belum terserap. Dana tersebut kemudian disalurkan melalui BUMN pangan.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa pembayaran gaji akan dilakukan melalui PT Agrinas Pangan Nusantara. Ia menegaskan bahwa pemerintah masih menyusun skema pembiayaan final.
Ia menyatakan skema gaji akan diumumkan oleh Kementerian Keuangan pada waktu yang tepat. Meskipun penyaluran dilakukan oleh Agrinas, sumber dana akhir masih dalam proses perumusan.
Pada hari yang sama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan penjelasan awal terkait sumber dana tersebut. Ia menyebut gaji manajer Kopdes Merah Putih akan menggunakan sisa anggaran dari program yang belum sepenuhnya berjalan.
Menurutnya, dana tersebut tersedia karena belum semua unit Kopdes terbentuk. Hal ini membuat sebagian anggaran masih tersisa dan dapat dimanfaatkan sementara.
Ia menegaskan bahwa kebijakan ini tidak menambah anggaran baru. Pemerintah hanya mengoptimalkan dana yang sudah dialokasikan sebelumnya.
Skema ini dirancang untuk membiayai gaji sekitar 30 ribu manajer selama masa awal penugasan dua tahun. Namun, rincian besaran gaji dan total anggaran belum dijelaskan lebih lanjut.
Program rekrutmen manajer Kopdes Merah Putih menarik perhatian luas karena jumlah formasi yang besar. Pemerintah membuka sekitar 30 ribu posisi manajer serta 5.476 formasi tambahan untuk Kampung Nelayan Merah Putih. Total lowongan mencapai 35.476 posisi.
Minat masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Tercatat 639.732 orang mendaftar, dan 483.648 pelamar lolos seleksi administrasi. Saat ini, peserta menjalani tes kompetensi berbasis Computer Assisted Test di 72 lokasi.
Ke depan, manajer yang lolos seleksi akan berstatus sebagai pegawai BUMN di bawah PT Agrinas Nusantara selama dua tahun pertama. Setelah itu, mereka akan dialihkan menjadi pengelola koperasi di daerah masing-masing.